38°C
07/08/2026
Edukasi

Menepis Hoaks Fenomena Aphelion yang Diklaim Menyebabkan Penurunan Drastis Suhu Bumi

  • Juli 17, 2024
  • 3 min read
Menepis Hoaks Fenomena Aphelion yang Diklaim Menyebabkan Penurunan Drastis Suhu Bumi

INFO BANDUNG BARAT — Baru-baru ini beredar sebuah pesan berantai (broadcast) di aplikasi percakapan WhatsApp yang memicu kekhawatiran publik. Pesan tersebut mengeklaim bahwa Bumi akan mengalami penurunan suhu udara secara drastis menjadi jauh lebih dingin akibat fenomena aphelion. Di dalam narasi yang beredar, disebutkan pula bahwa fenomena ini membuat jarak antara Bumi dan Matahari merenggang hingga 66% lebih jauh dari bentang normalnya.

Namun, apakah klaim sains dalam pesan berantai tersebut dapat dipertanggungjawabkan?

Secara astronomis, aphelion merupakan istilah ilmiah untuk menyebut titik koordinat terjauh planet Bumi dalam jalur orbit elipsnya saat mengitari Matahari. Fenomena ini bukanlah ancaman kosmis baru, melainkan peristiwa alamiah yang terjadi secara periodik dan berulang setiap tahun di sekitar awal bulan Juli.

Dalam hukum mekanika benda langit, Bumi mengitari Matahari tidak melalui jalur lingkaran sempurna, melainkan berbentuk elips. Alhasil, dinamika ini melahirkan dua momentum utama, yaitu momen ketika Bumi berada di jarak terdekat dari Matahari (disebut perihelion) dan titik terjauh (disebut aphelion).

Fakta Angka Variasi Jarak Kosmis Bumi dan Matahari

Akibat jalur lingkaran orbit yang elips tersebut, jarak antara Bumi dan Matahari memang bervariasi sepanjang tahun. Namun, dalam skala astronomi, variasi jarak ini tergolong sangat kecil, yaitu hanya berkisar 3%. Angka ini tentu sangat kontras dengan klaim palsu di media sosial yang menyebutkan angka selisih hingga 66%.

Saat fenomena aphelion mencapai puncaknya, jarak Bumi ke Matahari sebenarnya hanya 3,40% lebih jauh jika dibandingkan dengan posisinya saat berada di titik perihelion. Sebagai gambaran matematis, jarak rata-rata Bumi ke Matahari saat aphelion berkisar pada angka 1,0167 Astronomical Unit (AU), yang mana 1 AU setara dengan kurang lebih 150 juta kilometer.

Karena selisih jarak spasialnya hanya berkisar 3,40%, fenomena astronomis ini sama sekali tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap fluktuasi suhu permukaan Bumi. Secara sains, perubahan suhu udara dan pergantian musim di planet kita tidak ditentukan oleh jarak elips matahari, melainkan lebih dipengaruhi oleh faktor kemiringan sumbu rotasi planet Bumi saat mengitari porosnya.

Penyebab Asli Suhu Dingin di Bandung Raya

Berdasarkan analisis data klimatologi, dapat dipastikan bahwa narasi pesan berantai di WhatsApp mengenai dampak ekstrem aphelion adalah berita bohong (hoax). Fenomena penurunan suhu udara yang terasa lebih dingin di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk di kawasan Bandung Raya belakangan ini, merupakan fenomena cuaca yang lumrah.

Kondisi atmosfer yang mendingin tersebut dipicu oleh karakteristik puncak musim kemarau yang secara periodik terjadi pada rentang bulan Juli hingga Agustus. Pada periode ini, minimnya tutupan awan di angkasa menyebabkan panas matahari yang diserap Bumi pada siang hari langsung dilepaskan kembali secara instan ke atmosfer pada malam hari. Faktor angin monsun Australia yang membawa massa udara kering dan dingin turut andil dalam menurunkan suhu di wilayah selatan khatulistiwa.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mudah memercayai informasi astronomi yang tidak bersumber dari lembaga resmi seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) maupun Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

About Author

Ayu Diah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *