Islam dan Lingkungan Hidup, Refleksi M. Quraish Shihab tentang Amanah Sang Khalifah
INFO BANDUNG BARAT — “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya.” (QS Al-A’raf: 56). Ayat ini menjadi landasan moral yang fundamental bagi umat Islam dalam memandang keberadaan lingkungan hidup. Hal ini pula yang menjadi benang merah dalam karya M. Quraish Shihab yang berjudul Islam dan Lingkungan Hidup. Dalam buku ini, pakar tafsir terkemuka tersebut mengupas tuntas relasi antara manusia, alam, dan Penciptanya, sekaligus menegaskan bahwa menjaga lingkungan adalah manifestasi nyata dari keimanan dan ketakwaan seorang muslim.
Keseimbangan Alam sebagai Ketetapan Ilahi
Dalam bukunya, Quraish Shihab menyoroti bahwa alam semesta diciptakan Allah dalam kondisi yang seimbang (mizan) dan penuh hikmah. Setiap hari, alam secara alami melakukan proses pemulihan atas dampak dari tindakan manusia. Penulis mengajak pembaca memahami bahwa Allah telah menundukkan bumi, laut, hingga seluruh bahtera kehidupan untuk menunjang eksistensi manusia.
Namun, ketergantungan manusia terhadap alam haruslah disikapi dengan rasa syukur dan tanggung jawab. Penunjukan manusia sebagai khalifah di bumi membawa hak untuk mengelola, sekaligus tanggung jawab besar untuk menjaga kelestariannya. Mengelola bumi bukan berarti mengeksploitasi tanpa batas, melainkan menjaga keseimbangan agar kehidupan tetap berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Memaknai Benda sebagai Amanah
Salah satu bagian menarik dalam buku ini adalah pandangan bahwa setiap benda, baik yang bernyawa maupun benda mati, memiliki keberkahan yang dititipkan oleh Allah. Quraish Shihab mengulas teladan Rasulullah SAW yang menamai benda-benda yang menjadi sahabat keseharian beliau, seperti pedang Dzu al-Fiqar, cermin al-Midallah, serta gelas as-Shadir.
Penulis menekankan bahwa penamaan tersebut bukanlah bentuk animisme, melainkan wujud rasa kasih sayang dan kesadaran bahwa benda-benda tersebut adalah amanah yang harus dijaga kebermanfaatannya. Sikap ini mengajarkan kita untuk membangun hubungan yang bersahabat dengan lingkungan sekitar, memperlakukan objek di sekitar kita dengan rasa hormat, dan tidak menyia-nyiakan apa yang telah diberikan kepada kita.
Menanam Pohon sebagai Amal Jariyah
Implementasi kecintaan terhadap lingkungan dalam Islam yang dibahas dalam buku ini salah satunya adalah anjuran menanam pohon. Quraish Shihab memaparkan bahwa barang siapa yang menanam pohon, kemudian pohon tersebut berbuah dan manfaatnya dirasakan oleh makhluk lain, maka tindakan tersebut dicatat sebagai amal jariyah bagi penanamnya.
Banyak pelajaran berharga yang dapat kita petik dari buku Islam dan Lingkungan Hidup ini. Menjaga lingkungan bukan hanya sekadar tindakan teknis penyelamatan bumi dari kerusakan, melainkan manifestasi dari keimanan seorang muslim. Dengan memelihara alam, kita sebenarnya sedang menjalankan amanah besar sebagai khalifah sekaligus menebar rahmat bagi seluruh alam, sebagaimana peran Islam sebagai rahmatan lil alamin.