Dapur SPPG di Bandung Barat Tutup, Dana Rp1 Miliar Program MBG Hilang
INFO BANDUNG BARAT — Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, menghentikan kegiatan operasional setelah dana program Makan Bergizi Gratis (MBG) senilai sekitar Rp1 miliar dilaporkan hilang.
Program MBG merupakan inisiatif Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk menyediakan makanan bergizi bagi pelajar di sekolah dasar dan menengah. Dapur SPPG Pangauban menjadi salah satu lokasi produksi utama, yang sebelumnya menyalurkan sekitar 3.500 porsi makanan ke delapan sekolah penerima manfaat di wilayah Batujajar dan sekitarnya.
Kegiatan dapur berhenti total sejak akhir Oktober 2025. Berdasarkan keterangan pengelola, dana operasional diduga hilang akibat aksi phishing pada akun perbankan milik SPPG. Pihak pengelola mengakui adanya kelalaian dalam pengawasan transaksi dan telah melaporkan kejadian tersebut kepada aparat berwenang untuk ditindaklanjuti.
Penutupan dapur berdampak pada delapan sekolah penerima program MBG, yaitu SDN Cibodas 1, SDN Cibodas 3, SDN Galanggang 1, MI Cihurip, SMPN 2 Batujajar, MTs Banuraja, dan SMK Kespam. Sejak penyaluran makanan dihentikan, siswa di sekolah-sekolah tersebut tidak lagi menerima jatah makan siang bergizi dari program pemerintah daerah.
Selain itu, puluhan pekerja dapur yang sebelumnya menerima upah harian sekitar Rp130 ribu kini kehilangan penghasilan. Dilansir dari Pikiran Rakyat, salah seorang pekerja, Meli (39), mengatakan bahwa seluruh kegiatan produksi dihentikan hingga ada kejelasan dana operasional.
Kasus hilangnya dana ini menjadi perhatian pemerintah daerah karena berdampak pada keberlanjutan program MBG di Kabupaten Bandung Barat. Proses investigasi masih berlangsung untuk melacak penyebab dan memastikan langkah pemulihan agar kegiatan SPPG dapat kembali berjalan.***