Dari Bau Buku hingga “Kutu Buku”: Fakta Menarik Dunia Literasi
INFO BANDUNG BARAT — Buku bukan sekadar kumpulan halaman berisi tulisan. Di balik isinya, terdapat berbagai hal menarik yang sering luput dari perhatian pembaca, mulai dari aroma khas hingga istilah yang melekat pada kebiasaan membaca. Dunia literasi menyimpan banyak fakta sederhana yang kerap ditemui dalam keseharian.
Salah satu hal yang paling dikenal oleh pencinta buku adalah aroma buku lama, atau yang disebut bibliosmia. Bau khas ini muncul akibat proses kimia alami ketika kertas dan tinta mengalami peluruhan seiring waktu. Senyawa seperti lignin dan selulosa melepaskan volatile organic compounds (VOC) yang menghasilkan aroma tertentu, sering disebut sebagai old book smell. Aroma ini umum ditemukan pada buku-buku lama dan arsip.
Bagian lain yang sering dijumpai adalah blurb di sampul belakang buku. Blurb berfungsi memberikan gambaran singkat mengenai isi buku sekaligus menarik minat pembaca, tanpa mengungkap keseluruhan cerita.
Istilah “kutu buku” juga memiliki latar belakang tersendiri. Pada masa lalu, buku kerap diserang serangga kecil pemakan kertas dan perekat berbahan pati. Serangga ini meninggalkan lubang pada halaman dan jilid buku. Dari kondisi tersebut, istilah “kutu buku” kemudian digunakan untuk menyebut orang yang gemar membaca.
Penanda buku atau bookmark digunakan untuk menjaga halaman agar tidak terlipat. Sejak dulu, penanda halaman penting digunakan, terutama pada buku dan manuskrip bernilai, untuk menjaga kondisi halaman tetap baik. Hingga kini, fungsinya tetap sama meskipun bentuknya semakin beragam.
Ukuran buku dan kertas juga tidak dibuat secara sembarangan. Standar ukuran kertas seri A dirancang berdasarkan perhitungan tertentu agar efisien dalam pencetakan dan penggunaan. Selain itu, pemilihan jenis huruf dalam buku bertujuan memudahkan pembaca agar teks dapat dibaca dengan nyaman.
Sampul keras atau hardcover pada buku awalnya dibuat sebagai pelindung dari debu, kelembapan, dan kerusakan fisik. Sementara itu, halaman kosong di bagian awal dan akhir buku, atau endpaper, berfungsi memperkuat jilidan agar halaman utama tidak mudah terlepas.
Kebiasaan membaca juga mengalami perubahan. Pada masa tertentu, membaca dengan suara keras merupakan hal yang lazim. Seiring waktu, membaca dalam hati menjadi kebiasaan yang lebih umum karena dinilai lebih praktis.
Berbagai fakta tersebut menunjukkan bahwa buku tidak hanya menyimpan cerita dalam tulisannya, tetapi juga memiliki sisi menarik dari segi bentuk, aroma, dan kebiasaan yang mengiringinya.***
Penulis: Anggie Baeduri Aulia R
Editor: Ayu Diah Nur’azizah