Evolusi KBBI: Dari Lembaran Kertas ke Gerbang Digital
INFO BANDUNG BARAT — Bahasa adalah cermin peradaban yang terus bergerak. Salah satu bukti nyata dinamika bahasa Indonesia dapat dilihat melalui perkembangan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yang sejak awal kehadirannya menjadi rujukan utama dalam pemakaian bahasa Indonesia yang baku.
Perjalanan KBBI dimulai pada tahun 1988, bertepatan dengan Kongres Bahasa Indonesia V. Pada masa itu, KBBI hadir dalam bentuk cetak dan menjadi tonggak penting dalam standardisasi bahasa Indonesia. Namun, pembaruan kosakata berjalan relatif lambat karena harus menunggu terbitnya edisi baru.
Seiring waktu, KBBI terus mengalami penyempurnaan melalui edisi kedua hingga edisi keempat. Setiap edisi mencerminkan perkembangan bahasa Indonesia yang dinamis, termasuk masuknya istilah baru dari berbagai bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya populer.
Pada fase ini, KBBI tidak hanya memuat kata-kata baku, tetapi juga menyerap kosakata dari berbagai bahasa, seperti Sanskerta, Arab, hingga bahasa daerah yang mulai jarang digunakan. Hal tersebut menunjukkan peran KBBI sebagai arsip linguistik yang merekam kekayaan bahasa Indonesia.
Perkembangan signifikan terjadi pada periode 2025–2026, ketika KBBI semakin dimantapkan dalam format digital. Melalui pembaruan daring, kosakata baru dapat ditambahkan lebih cepat dan responsif terhadap perubahan sosial serta gaya komunikasi masyarakat modern.
Melalui berbagai transformasi tersebut, KBBI membuktikan dirinya bukan sekadar kamus statis, melainkan dokumen hidup yang terus mengikuti denyut perkembangan bahasa dan pola pikir masyarakat Indonesia dari waktu ke waktu.***
Penulis: Anggie Baeduri Aulia R
Editor: Ayu Diah Nur’azizah