38°C
22/03/2026
Sejarah

Jati, Desa Tua di Saguling yang Menyimpan Jejak Prasejarah hingga Tragedi DI/TII

  • Juli 15, 2025
  • 3 min read
Jati, Desa Tua di Saguling yang Menyimpan Jejak Prasejarah hingga Tragedi DI/TII

INFO BANDUNG BARAT–Desa Jati yang terletak di Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat, menyimpan lapisan sejarah panjang yang belum banyak diketahui publik. Dari jejak manusia prasejarah hingga peristiwa pemberontakan bersenjata di era pasca-kemerdekaan, desa ini merekam dinamika sejarah yang kaya dan kompleks.

Asal-usul Desa Jati: Lebih Tua dari yang Dikira

Banyak sejarawan memperkirakan bahwa wilayah Desa Jati telah dihuni sejak masa Kerajaan Tarumanegara, mengingat letaknya yang berdekatan dengan Desa Rajamandala di Kecamatan Cipatat. Rajamandala sendiri diyakini berasal dari nama seorang raja kecil (raja bawahan) bernama Mandala yang mencoba memisahkan diri dari kekuasaan Tarumanegara.

Namun sebagian tokoh lokal, termasuk sesepuh desa, meyakini bahwa Desa Jati telah ada jauh sebelum masa kerajaan. Keyakinan ini diperkuat oleh kedekatan geografis desa dengan situs purbakala Gua Pawon yang hanya berjarak sekitar 15 kilometer ke arah utara. Di situs tersebut ditemukan berbagai peninggalan manusia zaman batu yang menandakan adanya hunian prasejarah di kawasan tersebut.

Pohon Jati Tunggal dan Penamaan Desa

Nama “Jati” bukan berasal dari kawasan hutan jati, sebagaimana banyak diasumsikan. Berdasarkan penuturan Ang Guru Amid Hs, seorang tokoh adat kelahiran 1938 yang juga keturunan dari penduduk tertua bernama Aki Madasan, nama desa ini berasal dari pohon jati tunggal (jati nunggal) yang sangat besar. Pohon itu tumbuh sendiri di dekat lokasi balai desa pertama sekitar tahun 1942, masa pendudukan Jepang.

“Bukan dari hutan, tapi dari satu pohon jati yang tumbuh sendiri. Itulah asal nama Desa Jati,” tutur Ang Guru Amid.

Berdirinya Desa Jati Secara Resmi

Secara administratif, Desa Jati baru berdiri resmi pada tahun 1942. Sebelumnya, wilayah ini merupakan bagian dari Desa Cikande. Kepala desa pertama yang tercatat adalah Rahiya, diikuti oleh tokoh-tokoh lokal lainnya seperti Danu, Entam, Odih (tiga periode), Solihin, Warmat, Deden, dan kini dipimpin oleh H. Engkun.Secara administratif, Desa Jati baru berdiri resmi pada tahun 1942. Sebelumnya, wilayah ini merupakan bagian dari Desa Cikande. Kepala desa pertama yang tercatat adalah Rahiya, diikuti oleh tokoh-tokoh lokal lainnya seperti Danu, Entam, Odih (tiga periode), Solihin, Warmat, Deden, dan kini dipimpin oleh H. Engkun.

Tragedi Pasir Bandera 1954: Luka Sejarah yang Tak Terlupakan

Salah satu peristiwa paling tragis yang tercatat dalam sejarah desa adalah Tragedi Pasir Bandera pada tahun 1954. Sebuah pos polisi yang didirikan untuk mengamankan wilayah desa dari aktivitas kelompok bersenjata DI/TII dibakar oleh sekelompok orang bersenjata. Peristiwa ini menewaskan sekitar 30 anggota polisi yang sedang bertugas.

Menurut saksi mata seperti Aki Omo, Ema Ita Purnama Sari, dan Ang Guru Amid, peristiwa tersebut terjadi begitu cepat dan menimbulkan trauma panjang di kalangan warga. Letak bukit Pasir Bandera sendiri berada hanya sekitar 300 meter dari kantor Desa Jati.

Peristiwa ini terjadi pada masa pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) yang dipimpin oleh Kartosuwiryo dan menyasar berbagai wilayah di Jawa Barat.***

About Author

Tim Redaksi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *