INFO BANDUNG BARAT — Ramadan memang belum sepenuhnya tiba, tetapi banyak orang sudah mulai memikirkan satu hal, yakni baju Lebaran. Setiap tahun, momen Idulfitri selalu identik dengan busana baru. Menariknya, tren baju Lebaran terus berubah dari tahun ke tahun, mengikuti perkembangan mode dan selera masyarakat.
Kilas balik ke tahun 2022, tren baju Lebaran didominasi warna-warna pastel lembut yang memberikan kesan tenang dan elegan. Nuansa pastel seperti baby blue, peach, dan lavender banyak dipilih karena memberi kesan segar dan bersahaja setelah dua tahun masyarakat menjalani perayaan yang lebih sederhana. Corak floral serta sentuhan renda juga menjadi favorit dalam koleksi gamis dan setelan tunik.
Tahun 2023 menjadi saksi dominasi satu warna tunggal, yakni hijau sage. Nuansa hijau keabu-abuan yang lembut ini menjadi sangat populer dan mendominasi berbagai pilihan pakaian Lebaran, mulai dari busana keluarga hingga aksesori, menciptakan lautan warna sage di berbagai perayaan Idulfitri.
Tren kemudian bergeser ke arah yang lebih mencolok pada tahun 2024. Bahan dengan efek shimmer atau kilau menjadi primadona. Pakaian Lebaran tidak lagi hanya soal warna, tetapi juga tekstur yang memberikan nuansa mewah dan glamor, sehingga penampilan di hari raya tampak lebih berkilau.
Memasuki tahun 2025, masyarakat mulai beralih ke palet warna yang lebih kalem dan alami. Warna netral, earthy tone, hingga burgundi dan cokelat mahoni menjadi favorit. Model yang disukai cenderung klasik dan minimalis, seperti gamis brokat dengan potongan sederhana.
Sementara itu, tren Lebaran 2026 diprediksi mengarah pada model gamis dengan rompi lepas bernuansa pastel. Model ini menawarkan fleksibilitas dan kesan modern karena dapat dipadupadankan sesuai kebutuhan. Warna pastel yang lembut tetap memberikan kesan manis dan elegan, sekaligus nyaman dikenakan sepanjang hari.
Melihat perkembangan tren dari tahun ke tahun, satu hal yang pasti, baju Lebaran selalu berkembang mengikuti zaman. Namun, di balik berbagai tren tersebut, esensi baju Lebaran tetaplah mengenakan pakaian terbaik yang bersih dan rapi, sebagaimana anjuran Rasulullah SAW. Tidak harus selalu baru, busana Lebaran yang sederhana tetapi rapi sudah cukup untuk menyambut hari raya dengan penuh khidmat dan kebahagiaan.***
Penulis: Anggie Baeduri Aulia R
Editor: Ayu Diah Nur’azizah