38°C
21/03/2026
Budaya Lifestyle

Mainan Zaman Dahulu: Sederhana, Terjangkau, dan Penuh Kebahagiaan

  • Desember 13, 2025
  • 2 min read
Mainan Zaman Dahulu: Sederhana, Terjangkau, dan Penuh Kebahagiaan

INFO BANDUNG BARAT — Jauh sebelum gawai dan permainan digital mendominasi kehidupan anak-anak, kebahagiaan masa kecil lahir dari mainan sederhana yang dibuat dari bahan di sekitar rumah. Tanpa biaya besar, anak-anak menciptakan permainan yang melatih imajinasi, kreativitas, dan kebersamaan.

Salah satu mainan yang dikenang adalah mobil-mobilan dari kulit jeruk bali. Kulit jeruk yang tebal dibentuk menyerupai kendaraan dan didorong di permukaan tanah. Dari bahan alam yang sederhana, tercipta permainan yang menyenangkan.

Permainan lain yang populer adalah pletokan atau pistol bambu. Terbuat dari batang bambu kecil, mainan ini menghasilkan bunyi letupan dari dorongan udara. Meski sederhana, pletokan menjadi simbol permainan tradisional anak-anak pada masanya.

Boneka dari daun pisang juga kerap dibuat untuk permainan peran. Daun pisang yang dilipat dan digulung membentuk figur manusia sederhana, meski hanya bertahan singkat sebelum layu.

Layang-layang menjadi permainan yang tidak lekang oleh waktu. Dengan rangka bambu dan kertas berwarna, anak-anak belajar menunggu angin, mengendalikan benang, serta menikmati kebersamaan. Layang-layang putus bahkan menjadi bagian dari cerita dan kegembiraan tersendiri.

Di Jawa Barat, dikenal pula permainan bedil jepret yang terbuat dari bambu atau kayu. Bunyi jepretan menjadi sumber kesenangan, bukan untuk kompetisi, melainkan sebagai sarana interaksi sosial.

Selain itu, terdapat othok-othok, mainan dorong dari bambu yang menghasilkan bunyi berirama. Suara tersebut berasal dari potongan logam atau kaleng bekas di bagian dalamnya.

Melalui mainan-mainan sederhana ini, anak-anak belajar berkreasi, bersosialisasi, dan menghargai kebersamaan. Di tengah perkembangan teknologi, mengenalkan kembali permainan tradisional dapat menjadi cara untuk merawat ingatan kolektif sekaligus memperkaya pengalaman bermain anak-anak masa kini.***


Penulis: Anggie Baeduri Aulia R

Editor: Ayu Diah Nur’azizah

About Author

Tim Redaksi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *