Menelusuri Jejak Sejarah di Cililin: Dari Benteng Kolonial hingga Legenda Lokal
INFO BANDUNG BARAT — Kecamatan Cililin di Kabupaten Bandung Barat menyimpan beragam peninggalan sejarah yang merekam perjalanan masa lalu, baik dari era kolonial maupun sejarah lokal yang hidup dalam ingatan masyarakat. Keberadaan bangunan bersejarah, benteng pertahanan, hingga situs budaya menjadikan Cililin sebagai wilayah yang memiliki nilai historis tinggi dan patut ditelusuri.
Benteng Gedong Delapan: Saksi Bisu Penjajahan Belanda
Benteng Gedong Delapan terletak di Kampung Pasir Gagak, RT 02/03, Desa Karanganyar, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Benteng ini dibangun oleh Pemerintah Kolonial Belanda pada awal abad ke-20, sekitar tahun 1900–1906. Pada masanya, benteng ini berfungsi sebagai pertahanan militer sekaligus tempat penyimpanan senjata.
Keberadaan Benteng Gedong Delapan menjadi saksi bisu praktik penjajahan Belanda di wilayah Cililin. Hingga kini, sisa-sisa bangunan benteng masih berdiri, meskipun dalam kondisi tidak terawat.
Pemancar Radio NIROM: Pusat Komunikasi Era Hindia Belanda
Pemancar Radio NIROM merupakan salah satu bangunan bersejarah yang usianya telah melampaui satu abad. Bangunan ini terletak di Kampung Radio, Desa Cililin, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Pada masa kolonial Belanda, gedung ini awalnya difungsikan sebagai Gedung Telepon (Telephoonkantoor) atau pusat layanan telepon.
Seiring perkembangan teknologi, bangunan tersebut kemudian digunakan sebagai stasiun pemancar radio kolonial NIROM. Kini, bangunan ini tercatat sebagai cagar budaya sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.
Curug Sawer: Sumber Energi dan Warisan Cerita Lokal
Tidak jauh dari Gedung Radio Cililin terdapat Curug Sawer, sebuah air terjun yang memiliki peran penting pada masa operasional gedung radio. Aliran sungai yang melewati Curug Sawer dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin pembangkit listrik yang menyuplai kebutuhan energi Gedung Radio Cililin.
Selain memiliki fungsi historis, Curug Sawer juga dikenal karena keindahan alamnya. Di balik pesona tersebut, Curug Sawer kaya akan tradisi lisan dan cerita rakyat yang berkembang di tengah masyarakat.
Desa Mukapayung: Desa Wisata dengan Jejak Sejarah dan Legenda
Desa Mukapayung dikenal sebagai desa wisata di Kecamatan Cililin. Namun, di balik potensi wisatanya, desa ini menyimpan kekayaan sejarah yang tercermin dalam berbagai legenda dan situs budaya. Sejarah Desa Mukapayung tidak dapat dipisahkan dari keberadaan Situs Batu Mundinglaya yang menjadi pusat cerita rakyat setempat, serta situs-situs lain yang saling berkaitan dalam satu rangkaian legenda, seperti Situs Batu Payung, Situs Gunung Putri, dan Situs Kasep Roke yang juga dikenal sebagai Nakhoda.
Selain itu, Gunung Lumbung yang terletak di Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, merupakan gunung dengan puncak setinggi 1.093 meter di atas permukaan laut. Gunung ini menjadi saksi bisu sejarah tertangkapnya Dipati Ukur saat berada dalam persembunyian. Di kawasan Gunung Lumbung terdapat Situs Arca Dipati Ukur yang dikenal sebagai lokasi persembunyian tokoh tersebut sebelum akhirnya ditangkap oleh pihak kolonial.
Beragam tempat bersejarah di Cililin menunjukkan bahwa wilayah ini memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah, baik pada masa kolonial maupun dalam konteks budaya lokal. Hal ini menjadi bukti bahwa Cililin turut membentuk identitas sejarah masyarakat Kabupaten Bandung Barat.***
Penulis: Anggie Baeduri Aulia R
Editor: Ayu Diah Nur’azizah