38°C
03/02/2026
Lingkungan Hidup

Mengapa Hutan Penting?

  • Januari 26, 2026
  • 3 min read
Mengapa Hutan Penting?

INFO BANDUNG BARAT — Meningkatnya kejadian bencana alam di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan tanda yang jelas bahwa fungsi hutan mulai melemah, terutama akibat alih fungsi lahan dan pengelolaan yang tidak berkelanjutan. Hutan bukan sekadar kumpulan pohon, melainkan sistem pendukung kehidupan yang sangat vital. Memahami peran hutan menjadi langkah awal untuk menjaga dan melestarikannya.

Salah satu peran terpenting hutan adalah sebagai “mesin pengatur iklim”. Hutan menyerap karbon dioksida (CO₂) dalam jumlah besar untuk proses fotosintesis, menyimpannya dalam biomassa, serta menghasilkan oksigen. Proses ini secara efektif mengurangi konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer dan membantu mengatur suhu bumi. Tanpa mekanisme alami tersebut, kualitas udara dan kestabilan iklim global akan memburuk secara signifikan.

Hutan juga berperan krusial dalam siklus air atau hidrologi. Ekosistem hutan bekerja layaknya “spons” alami yang menyerap dan menyimpan air hujan. Saat hujan lebat, akar-akar pohon menahan tanah dengan kuat sehingga mampu mencegah erosi dan tanah longsor. Air hujan yang terserap kemudian tersimpan di dalam tanah dan menjadi cadangan air bersih pada musim kemarau.

Fungsi ini memastikan ketersediaan air bersih sekaligus menekan risiko kekeringan. Ketika hutan hilang, potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang, tanah longsor, dan kekeringan meningkat drastis, menimbulkan kerugian lingkungan serta korban jiwa.

Selain itu, hutan merupakan “bank keanekaragaman hayati” karena menjadi habitat bagi sekitar 80 persen spesies darat, termasuk flora dan fauna langka. Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia. Data dari Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (2015) menyebutkan bahwa Indonesia diperkirakan memiliki sekitar 25 persen dari total spesies tumbuhan berbunga dunia, dengan sekitar 40 persen di antaranya bersifat endemik. Kekayaan ini merupakan aset genetik yang sangat berharga dan harus dijaga agar tidak punah.

Di luar fungsi ekologis, hutan juga menopang kehidupan manusia secara langsung. Banyak masyarakat lokal dan adat menggantungkan hidupnya pada sumber daya hutan, baik sebagai sumber pangan, bahan bangunan, maupun obat-obatan tradisional. Pengetahuan lokal yang diwariskan turun-temurun sering kali lahir dari interaksi panjang manusia dengan hutan.

Hutan juga menyediakan berbagai produk bernilai ekonomi, seperti madu, getah, serta potensi wisata alam atau ekowisata yang berkelanjutan jika dikelola secara bijak. Dengan pengelolaan yang tepat, hutan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa merusak ekosistemnya.

Perlu dipahami bahwa upaya rehabilitasi atau penanaman satu jenis pohon (monokultur) tidak dapat sepenuhnya menggantikan peran hutan alam yang matang. Ekosistem hutan alam yang kompleks memiliki kemampuan mengatur air, menahan bencana, dan mendukung keanekaragaman hayati yang tidak dapat direplikasi secara instan oleh campur tangan manusia.

Oleh karena itu, menjaga hutan secara bijak berarti menjaga kehidupan itu sendiri, demi memastikan masa depan yang lestari bagi generasi mendatang.***


Penulis: Anggie Baeduri Aulia R

Editor: Ayu Diah Nur’azizah

About Author

Tim Redaksi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *