Menguak Gelapnya Child Grooming dalam Buku Broken Strings Karya Aurelie Moeremans
INFO BANDUNG BARAT — Buku memoar berjudul Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth karya aktris Aurelie Moeremans menjadi sorotan publik karena keberaniannya mengungkap pengalaman sebagai penyintas child grooming dan kekerasan dalam hubungan yang dialaminya sejak usia muda.
Child grooming merupakan proses manipulasi yang dilakukan orang dewasa terhadap anak atau remaja dengan tujuan membangun kepercayaan, kedekatan emosional, dan ketergantungan. Proses ini berlangsung secara perlahan dan halus sehingga kerap tidak disadari oleh korban maupun lingkungan sekitarnya. Pelaku umumnya tidak langsung menggunakan kekerasan, melainkan menciptakan rasa aman semu melalui perhatian berlebihan, hadiah, serta relasi yang terasa “spesial”.
Praktik grooming sering sulit dikenali karena berlangsung bertahap dan sistematis. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menjelaskan bahwa praktik ini kerap dibungkus dalam bentuk perhatian, hadiah, atau dukungan emosional yang membuat anak sulit menyadari bahwa dirinya sedang dimanipulasi. Pola tersebut tergambar dalam kisah Aurelie di Broken Strings, ketika pelaku memosisikan diri sebagai sosok yang “memahami” dan “menerima” dirinya.
Fenomena online grooming semakin memperkuat pola manipulasi tersebut. Komunikasi digital menciptakan ilusi ruang aman dan privat. Dalam Broken Strings, Aurelie menggambarkan bagaimana komunikasi awal melalui media digital membuka jalan bagi pelaku untuk menanamkan kontrol emosional dan psikologis secara lebih intens.
Dampak child grooming bersifat mendalam dan jangka panjang. Korban berisiko mengalami gangguan kecemasan, depresi, serta post-traumatic stress disorder (PTSD), sebagaimana dijelaskan oleh American Psychological Association. Selain itu, penelitian Trickett, Noll, dan Putnam (2011) menunjukkan bahwa korban pelecehan seksual pada masa kanak-kanak kerap mengalami distorsi konsep diri, rasa bersalah berlebihan, serta kesulitan membangun relasi interpersonal di kemudian hari. Dampak tersebut tergambar dalam proses pemulihan yang diceritakan Aurelie melalui memoarnya.
Secara keseluruhan, Broken Strings menjadi pengingat penting untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai modus child grooming yang kerap tersembunyi di balik hubungan yang tampak normal atau romantis. Kisah Aurelie bukan sekadar pengalaman personal, melainkan ajakan untuk mengenali tanda-tanda manipulasi, memperkuat dukungan bagi penyintas, dan mendorong keberanian untuk bersuara.
Penulis: Anggie Baeduri Aulia R
Editor: Ayu Diah Nur’azizah