INFO BANDUNG BARAT—Persib Bandung tertinggal 0-1 dari lawannya Port FC pada babak pertama laga perdana Grup B Piała Presiden 2025 di stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung pada Minggu (6/7/2025). Sayangnya, harapan besar di laga pembuka Piala Presiden 2025 itu harus pupus lebih awal. Persib Bandung, yang datang sebagai juara Liga 1 dalam dua musim terakhir, dipaksa bertekuk lutut hingga babak terakhir dengan skor 0-2 oleh Port FC, klub kuat asal Thailand pada pertandingan itu tampil penuh percaya diri.
Laga ini menandai debut kompetitif beberapa pemain anyar Persib Bandung seperti Saddil Ramdani, Alfeandra Dewangga, Berguinho, Patrico Matricardi, hingga Luciano Guaycochea. Meski membawa banyak nama besar, performa kolektif Persib belum padu. Mereka tampak seperti orkestra yang belum menyamakan tempo, kehilangan ritme dan koordinasi di berbagai sektor.
Gol pertama Port FC dicetak di penghujung babak pertama, tepatnya pada menit ke-45+5 melalui aksi Bordin Phala. Keunggulan mereka digandakan di babak kedua lewat titik putih. Penalti diberikan setelah Hamra Hehanussa melakukan pelanggaran terhadap Asnawi Mangkualam di kotak terlarang, dan dengan tenang diselesaikan oleh Peeradol Chameasamee pada menit ke-67.

Rotasi Pemain dan Eksperimen Formasi
Pelatih Persib, Bojan Hodak, menjalankan rencananya untuk memberi menit bermain kepada hampir seluruh pemain, termasuk para rekrutan baru. Meski tampil dengan banyak rotasi, beberapa nama absen dalam pertandingan ini. Beckham Putra Nugraha tidak masuk skuad karena tengah menjalani ibadah umrah, sementara dua pemain asing baru, Julio Cesar dan Ramon Tanque, belum bisa diturunkan.
Hodak menggunakan formasi 4-4-2 sejak awal laga. Posisi penjaga gawang ditempati oleh Teja Paku Alam. Di lini pertahanan, kuartet Alfeandra Dewangga, Achmad Jufriyanto, Hamra Hehanussa, dan Zalnando dipercaya menjaga area belakang. Di sektor tengah, kombinasi Marc Klok, Zulkifli, Saddil Ramdani, dan Luciano Guaycochea diturunkan untuk menopang duet striker William Marcilio dan Ulliam Barros Pereira di lini depan.

Kondisi Klasemen dan Catatan Head-to-Head
Kekalahan ini membuat Persib sementara menempati posisi juru kunci Grup B Piala Presiden 2025. Dari satu laga yang sudah dijalani, Maung Bandung belum meraih poin dan memiliki selisih gol -2. Di sisi lain, Port FC kini memimpin klasemen grup dengan koleksi tiga poin dan keunggulan selisih gol +2.
Secara statistik pertemuan, hasil ini memperpanjang rekor negatif Persib atas Port FC. Dari tiga laga yang telah dijalani kedua tim sejak musim lalu, Persib belum pernah menang. Port FC mengoleksi dua kemenangan, sementara satu laga lainnya berakhir imbang. Dalam dua pertemuan sebelumnya di ajang AFC Champions League 2 musim 2024/2025, Persib kalah 0-1 di leg pertama di Bandung dan bermain imbang 2-2 di Thailand.
Catatan Akhir: Masih Banyak PR untuk Maung Bandung
Hasil ini menjadi peringatan awal bagi Persib Bandung yang datang ke turnamen ini dengan status juara Liga 1. Meskipun laga ini masih dalam tahap uji coba dan eksperimen strategi, ketidakterpaduan antar lini dan lemahnya penyelesaian akhir menjadi pekerjaan rumah serius bagi Hodak dan staf pelatih. Dukungan bobotoh masih terus mengalir, tetapi tentu ekspektasi publik akan meningkat seiring berjalannya turnamen. Persib harus segera bangkit jika ingin menjaga peluang lolos dari fase
Gol-gol Port FC tercipta bukan karena keberuntungan, melainkan dari skema permainan yang rapi dan penyelesaian akhir yang efektif. Persib justru kerap kehilangan bola di wilayah sendiri, memperlihatkan komunikasi yang lemah antar lini. Meskipun sempat menguasai penguasaan bola di pertengahan babak kedua, tak ada penyelesaian yang membahayakan gawang lawan secara nyata.
Performa Pemain: Masih Dalam Proses
Dari segi individu, Berguinho menunjukkan kilasan visi permainan yang menjanjikan, namun masih belum menemukan frekuensi yang sama dengan rekan-rekannya. Saddil aktif membuka ruang, tapi akurasi umpannya masih di bawah harapan. Matricardi dan Dewangga di lini belakang terlihat masih adaptasi dalam mengantisipasi tekanan lawan.
Kiper Teja Paku Alam bekerja keras sepanjang laga, tapi tak bisa berbuat banyak menghadapi dua gol yang bersarang. Di sisi lain, barisan tengah yang biasanya jadi kekuatan Persib justru terlihat pasif, sering kalah duel dan terlambat menutup ruang. Absennya kestabilan di lini tengah menjadi salah satu penyebab utama kekalahan ini.***