38°C
27/04/2026
Peristiwa

Ponpes Attohiriyah di Rongga Ambruk Diterjang Longsor, Satu Santriwati Meninggal Dunia

  • Oktober 26, 2025
  • 2 min read
Ponpes Attohiriyah di Rongga Ambruk Diterjang Longsor, Satu Santriwati Meninggal Dunia

INFO BANDUNG BARAT — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Rongga sejak Minggu siang (26/10/2025) menyebabkan tanah longsor di Kampung Pasir Buleud, Desa Cinengah. Material longsoran menimpa bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Attohiriyah dan menyebabkan satu orang santriwati meninggal dunia.

Camat Rongga, Ilman Suherlan, dalam wawancara bersama Tim Info Bandung Barat, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa curah hujan di wilayah Rongga sejak pukul 11.00 WIB berlangsung sangat deras dan menyebabkan sejumlah titik terdampak, termasuk jalan desa yang terputus serta banjir di beberapa wilayah.

“Curah hujannya luar biasa deras, sejak siang tadi. Akibatnya terjadi longsor yang menimpa bangunan ponpes di Kampung Pasir Buleud, Desa Cinengah. Korban yang meninggal dunia merupakan warga Desa Sukamanah,” jelas Ilman.

Korban diketahui bernama Nuri (15), santriwati yang sedang menimba ilmu di pesantren tersebut. Ia ditemukan meninggal dunia tertimbun reruntuhan bangunan. Sementara itu, sebanyak 18 santri lainnya dinyatakan selamat.

Berdasarkan hasil asesmen sementara dari pihak Kecamatan Rongga, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 17.45 WIB. Bangunan Ponpes Attohiriyah yang juga menjadi lokasi Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Mubarkah ambruk tertimbun material longsor.

Selain menimpa pondok pesantren, hujan deras juga menyebabkan banjir di beberapa titik di wilayah Desa Sukamanah, terutama di RW 12 dan RW 13. Satu jalan desa yang menghubungkan Desa Cinengah dan Desa Sukamanah dilaporkan terputus akibat derasnya arus air dan longsoran tanah.

Dalam proses penanganan darurat, berbagai unsur telah dikerahkan. Tim dari Forkopimcam Rongga, BPBD Kabupaten Bandung Barat, pemerintah desa Cinengah dan Sukamanah, Babinsa, Polsek Rongga, serta relawan dan masyarakat turut terlibat dalam proses evakuasi di lokasi kejadian.

Proses evakuasi korban berlangsung lancar meski kondisi cuaca sempat menyulitkan akses menuju lokasi. Pemerintah Kecamatan Rongga telah melakukan koordinasi dan pelaporan kepada pihak terkait, serta mengidentifikasi sejumlah kebutuhan mendesak di lapangan seperti terpal, kasur, logistik, dan sandang pangan.

“Kami terus berkoordinasi untuk penanganan selanjutnya, terutama agar kebutuhan darurat bagi warga dan santri dapat segera terpenuhi,” tutur pihak kecamatan melalui laporan tertulis.

Hingga Minggu malam, kondisi cuaca di Rongga mulai membaik meski hujan ringan masih mengguyur sebagian wilayah. Petugas gabungan dijadwalkan kembali melakukan pengecekan ke beberapa titik yang berpotensi terdampak longsor pada Senin pagi (27/10).***

About Author

Tim Redaksi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *