38°C
22/03/2026
Sejarah

Sesar Lembang: Retakan yang Menyulam Sejarah Bandung Purba

  • Agustus 26, 2025
  • 2 min read
Sesar Lembang: Retakan yang Menyulam Sejarah Bandung Purba

INFO BANDUNG BARAT–Sesar Lembang merupakan salah satu sesar aktif di Jawa Barat yang membentang di bagian utara Bandung. Patahan ini terbentuk akibat aktivitas tektonik yang telah berlangsung sejak ribuan tahun lalu. Keberadaannya menjadi faktor geologi penting yang membentuk bentang alam Bandung dan sekaligus menyimpan potensi bencana besar.

Sejarah mencatat bahwa aktivitas Sesar Lembang pernah memicu gempa di masa lampau. Bukti pergeseran tanah purba terlihat dalam lapisan geologi di kawasan Bandung Utara. Hingga kini, sesar ini masih aktif dan berpotensi menimbulkan gempa yang dapat berdampak luas mengingat kawasan Bandung Raya sudah padat penduduk.

Mengenai bentangan Sesar Lembang, terdapat dua versi yang berkembang. Artikel Detik.com (2025) menyebutkan bahwa sesar ini membentang sepanjang kurang lebih 22 kilometer dari Palasari hingga Cisarua dengan lebar sekitar 300 meter. Versi ini banyak digunakan dalam media populer serta kajian praktis terkait kebencanaan. Namun, penelitian geologi menyebutkan cakupan yang lebih luas. Tesis Pretty Rosanawita di Institut Teknologi Bandung (2013) serta buku Bandung Purba karya T. Bachtiar dan Dewi Syafriani (2014) menuliskan bahwa Sesar Lembang membentang hingga 29 kilometer, mulai dari Padalarang di barat hingga Gunung Manglayang atau Jatinangor di timur. Perbedaan ini menunjukkan bahwa sesar terdiri dari beberapa segmen sehingga panjang dan titik batasnya bisa berbeda tergantung acuan penelitian.

Jejak sejarah Sesar Lembang adalah bukti bahwa bumi Bandung pernah diguncang peristiwa besar. Retakan tanah purba itu kini menjadi garis sunyi yang menyimpan potensi bahaya. Dengan jutaan penduduk tinggal di sekitar kawasan Bandung Raya, penting bagi kita untuk memahami sejarah geologi ini sebagai langkah awal mitigasi. Para ahli geologi pun terus meneliti aktivitas Sesar Lembang untuk memetakan risiko sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap kemungkinan gempa di masa depan.

Pada akhirnya, Sesar Lembang bukan sekadar patahan yang membelah tanah, melainkan juga catatan panjang perjalanan bumi yang terus hidup. Baik versi Palasari–Cisarua maupun Padalarang–Gunung Manglayang, keduanya menegaskan betapa pentingnya sesar ini dalam sejarah alam Bandung. Dengan memahami masa lalunya, kita dapat lebih siap menghadapi masa depan.

About Author

Tim Redaksi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *