Siksa Kanda Ng Karesian: Warisan Intelektual Karuhun Sunda yang Diakui UNESCO
INFO BANDUNG BARAT–Naskah kuno Siksa Kanda Ng Karesian, salah satu peninggalan tertua dari kebudayaan Sunda, kini resmi masuk ke dalam Register Memory of the World UNESCO untuk periode 2024–2025. Pengakuan ini diumumkan dalam Sidang Eksekutif ke-221 UNESCO yang digelar di Paris pada 11 April 2025.
Pengakuan dunia terhadap naskah ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Indonesia, khususnya di tanah Sunda, untuk kembali menengok dan memaknai nilai-nilai luhur warisan leluhur.
Ajaran “Ulah Salah Nanya” dari Naskah Kuno Sunda
Disusun pada tahun 1518 Masehi, naskah Siksa Kanda Ng Karesian menyimpan pelajaran mendalam tentang etika, kebijaksanaan, hingga tata kehidupan sosial. Salah satu ajaran paling menonjol dari naskah ini adalah soal “ulah salah nanya”, pesan bahwa bertanya harus pada orang yang benar, di tempat yang tepat.
Ajaran ini mengandung makna bahwa salah bertanya bisa membawa pada kesesatan informasi, sementara bertanya kepada ahlinya adalah bentuk penghormatan terhadap ilmu dan pengetahuan.
Tadaga carita angsa, Gajendra carita banem, Matsyanem carita sagarem, Puspanem carita bangbarem.
Pesan tersebut sangat relevan di era informasi saat ini, di mana banyak orang mudah percaya dan menyebarkan sesuatu tanpa memahami sumbernya.
Nilai Filosofis dan Intelektual dari Karuhun Sunda
Siksa Kanda Ng Karesian bukan hanya catatan sejarah. Ia adalah cermin intelektual karuhun Sunda, berisi sistem berpikir, tata nilai, dan struktur sosial yang telah mapan sejak ratusan tahun lalu.
Naskah ini ditulis dalam aksara dan bahasa Sunda Kuno di atas daun gebang, dan kini disimpan di Perpustakaan Nasional RI dengan kode L 630.
Salah satu tokoh penting dalam naskah ini adalah jurubasa darmamurcaya, yang menggambarkan peran penerjemah dan diplomat pada masa itu—menunjukkan bahwa masyarakat Sunda telah terbuka pada interaksi internasional jauh sebelum era modern.
Warisan Intelektual yang Diakui Dunia
Dengan masuknya naskah ini ke dalam Memory of the World, UNESCO secara resmi mengakui bahwa ajaran dan warisan intelektual karuhun Sunda layak menjadi bagian dari kekayaan pengetahuan umat manusia.
Sampai saat ini, Indonesia telah memiliki 16 dokumen yang tercatat dalam program Memory of the World, dan Siksa Kanda Ng Karesian menjadi salah satu yang paling tua dan filosofis.