Warga Dua Desa di Cikalongwetan Akui BLT KESRA Rp900 Ribu Dipotong Hingga Rp700 Ribu
INFO BANDUNG BARAT — Dugaan pemotongan bantuan langsung tunai (BLT) KESRA kembali muncul di Kabupaten Bandung Barat setelah laporan warga masuk melalui DM Instagram Info Bandung Barat. Dua warga dari Desa Cisomang Barat dan Desa Tenjolaut mengaku mengalami pola pemotongan serupa, yakni dipotong Rp700 ribu dari BLT Rp900 ribu.
GN (34), warga Kampung Sancang, Desa Cisomang Barat, mengatakan ia menerima amplop berisi Rp900 ribu setelah menandatangani daftar hadir dan barcode di desa. Namun sebelum pulang, kader meminta kembali Rp700 ribu dengan alasan untuk membeli beras bagi warga lain. “Saya cuma bawa pulang Rp200 ribu, berasnya juga nggak pernah ada,” ujarnya.
Ia mengaku kecewa karena berharap bantuan itu bisa digunakan untuk kebutuhan anak sekolah. GN juga menyebut banyak warga mengalami hal serupa namun takut berbicara. “Banyak yang diam karena takut dipanggil atau ditekan,” katanya.
Kesaksian serupa datang dari E (35), warga Babakan Nagreg, Desa Tenjolaut. Ia menyebut setelah menerima BLT Rp900 ribu, pihak RT langsung meminta Rp700 ribu begitu ia keluar ruangan. “Katanya buat ‘berbagi beras’, tapi sampai sekarang nggak ada berasnya,” ucapnya.
E menjelaskan lebih dari sepuluh warga mengalami pola yang sama dan beberapa merasa takut karena disebut-sebut akan dicoret dari daftar penerima jika protes. “Ada yang diminta tanda tangan tanpa dijelasin,” tambahnya.
Menurut para warga, pemotongan dilakukan oleh kader di wilayah masing-masing dan disebut sebagai instruksi desa. Mereka mengaku bingung harus melapor ke mana karena adanya tekanan dan ancaman pencabutan bantuan.
Baik GN maupun E berharap pemerintah kecamatan dan kabupaten turun tangan memastikan BLT KESRA diterima utuh tanpa alasan pemotongan apa pun.
Hingga berita ini diturunkan, pihak desa belum memberikan klarifikasi terkait dugaan pemotongan tersebut.***