38°C
22/03/2026
Kuliner Travel

5 Oleh-oleh Khas Bandung Barat Berbahan Singkong yang Wajib Kamu Bawa Pulang

  • Desember 8, 2025
  • 2 min read
5 Oleh-oleh Khas Bandung Barat Berbahan Singkong yang Wajib Kamu Bawa Pulang

INFO BANDUNG BARAT — Bandung Barat tidak hanya terkenal dengan alam dan budayanya, tetapi juga memiliki deretan oleh-oleh khas yang menggugah selera. Dari sekian banyak kuliner tradisional, ada lima camilan berbahan dasar singkong yang menjadi favorit wisatawan. Selain enak, tiap camilan punya cerita dan proses pembuatan khas.

Jika berkunjung ke Bandung Barat, jangan lupa berburu lima oleh-oleh berbahan singkong berikut!

1.Peuyeum

Peuyeum menjadi oleh-oleh paling identik dengan Bandung Barat terutama di daerah Cipatat. Terbuat dari singkong yang difermentasi, peuyeum memiliki rasa manis alami dan tekstur lembut yang khas. Aromanya yang kuat justru menjadi daya tarik bagi wisatawan.

2. Kicimpring

Berbahan dasar singkong, kicimpring adalah camilan renyah yang sudah lama menjadi favorit masyarakat. Camilan ini proses pembuatannya masih dilakukan secara tradisional.

3. Gurilem

Gurilem merupakan camilan berbentuk kecil memanjang dengan rasa gurih, asin, dan pedas. Namanya berasal dari akronim “gurih–pelem (pedas)”. Yang membuatnya unik, gurilem dipanggang menggunakan pasir sungai, bukan digoreng dengan minyak, sehingga teksturnya renyah tanpa minyak berlebih. Sentra produksinya berada di Cihampelas dan Cililin.

4. Opak Kolontong

Berbeda dari kerupuk biasa, opak kolontong memiliki rasa manis dan aroma panggang. Dibuat dari beras ketan yang ditumbuk halus, dikukus, dijemur, lalu dipanggang di atas bara atau pasir panas. Kampung Cipari, Desa Cijambu, Kecamatan Cipongkor dikenal sebagai sentra penghasil opak kolontong sejak lama.

5. Colenak

Colenak merupakan singkatan dari “dicocol enak”. Hidangan ini dibuat dari peuyeum bakar yang disajikan dengan saus gula merah dan parutan kelapa. Perpaduan rasa manis, gurih, dan lembut membuat colenak menjadi camilan tradisional yang terus bertahan hingga kini.***


Penulis: Anggie Baeduri Aulia R

Editor: Ayu Diah Nur’azizah

About Author

Tim Redaksi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *