38°C
21/03/2026
Berita Daerah Bhineka

RSUD Welas Asih, Simbol Baru Pelayanan Kesehatan yang Mengedepankan Keberagaman?

  • Juli 11, 2025
  • 2 min read
RSUD Welas Asih, Simbol Baru Pelayanan Kesehatan yang Mengedepankan Keberagaman?

INFO BANDUNG BARAT–Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi mengganti nama RSUD Al Ihsan menjadi RSUD Welas Asih. Pergantian ini ditetapkan melalui Peraturan Gubernur Jawa Barat yang ditandatangani Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pada 19 Juni 2025.

Perubahan nama rumah sakit yang berlokasi di Baleendah, Kabupaten Bandung, ini mencerminkan langkah baru dalam memperkuat identitas lokal sekaligus mendorong pelayanan kesehatan yang lebih empatik dan inklusif bagi masyarakat dari berbagai latar belakang.

Makna di Balik Nama “Welas Asih”

“Welas Asih” merupakan istilah dalam bahasa Sunda yang berarti kasih sayang atau belas kasih. Menurut pemerintah provinsi, penggunaan nama ini diharapkan lebih membumi dan mudah dipahami oleh masyarakat lokal, dibandingkan nama sebelumnya yang berasal dari bahasa Arab.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dr. Raden Vini Adiani Dewi, menjelaskan bahwa perubahan nama ini tidak menghapus nilai-nilai spiritual dalam layanan rumah sakit, melainkan mengangkat kembali pendekatan berbasis kasih sayang dan kearifan lokal yang sesuai dengan budaya Sunda.

Respons Publik dan Proses Uji Nama

Sebelum ditetapkan secara resmi, pemerintah daerah telah melakukan survei dan uji publik terkait pergantian nama ini. Hasilnya, mayoritas responden menyambut baik nama “Welas Asih” karena dianggap lebih dekat dengan masyarakat dan merepresentasikan harapan akan pelayanan kesehatan yang manusiawi.

Meski demikian, sejumlah pihak menyampaikan keberatan. Salah satunya datang dari Aliansi Pergerakan Islam (API) Jawa Barat, yang menilai bahwa perubahan nama ini berisiko menghilangkan identitas spiritual Islam yang telah melekat sejak rumah sakit ini didirikan pada tahun 1993 oleh para tokoh ulama.

Pelayanan Kesehatan yang Inklusif dan Kontekstual

Pemerintah menegaskan bahwa perubahan nama tidak dimaksudkan untuk menghapus unsur agama dalam identitas rumah sakit, melainkan untuk memperluas semangat pelayanan agar menjangkau masyarakat lintas budaya dan keyakinan.

Langkah ini juga sejalan dengan semangat Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, yang mengamanatkan penyediaan layanan kesehatan yang adil, merata, dan tidak diskriminatif bagi seluruh warga negara.

“Welas Asih” dinilai sebagai simbol pendekatan baru dalam layanan kesehatan yang mengutamakan empati, keramahan, dan penghargaan terhadap keberagaman budaya masyarakat Jawa Barat.

Target Rebranding Tahun Ini

Proses administrasi dan penggantian elemen identitas rumah sakit saat ini sudah berjalan sekitar 30 persen. Pihak RSUD menargetkan seluruh proses rebranding akan selesai dalam tahun 2025, termasuk perubahan papan nama, dokumen legal, dan sosialisasi kepada masyarakat.

Dengan nama baru ini, RSUD Welas Asih diharapkan dapat memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang tidak hanya profesional, tetapi juga peka terhadap nilai-nilai sosial dan budaya yang hidup di tengah masyarakat.

About Author

Tim Redaksi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *