38°C
29/06/2026
Komunitas

Sinergi Pj Gubernur Jawa Barat dan Penggiat Media Sosial di Pakuan

  • Agustus 9, 2024
  • 5 min read
Sinergi Pj Gubernur Jawa Barat dan Penggiat Media Sosial di Pakuan

INFO BANDUNG BARAT—Jajaran pengurus dan anggota Asosiasi Media Sosial dan Siber Indonesia (Amsindo) Jawa Barat berkesempatan mengunjungi Gedung Pakuan Kota Bandung dalam rangkaian agenda pertemuan media bertajuk Sinergi Media Komunikasi Menuju Jabar Caang. Acara yang diinisiasi oleh Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat tersebut mempertemukan para pendiri dan pengelola akun informasi kota (infocity) dari berbagai daerah dengan Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin. Pertemuan formal yang dikemas santai di taman belakang istana dinas ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan arus informasi publik.

Gedung Pakuan yang berlokasi di Jalan Otto Iskandardinata Nomor 1 Kota Bandung memiliki rekam jejak historis yang panjang karena merupakan bekas rumah kediaman resmi Residen Priangan pada masa kolonial Hindia Belanda. Mengingat dirinya tidak menggunakan gedung bersejarah ini sebagai tempat tinggal pribadi, Bey Machmudin kemudian menggagas sebuah program inovatif bernama Nganjang ka Pakuan. Program ini bertujuan membuka pintu gerbang istana selebar-lebarnya agar masyarakat umum dapat masuk secara gratis setiap hari Sabtu dan Minggu untuk mempelajari sejarah sekaligus menikmati arsitektur pusaka tersebut, mengingat biaya perawatan bangunan bersumber penuh dari APBD yang merupakan uang rakyat.

Apresiasi Kecepatan Informasi Akun Komunitas dan Mitigasi Berita Bohong

Pj Gubernur Jawa Barat bersama Ketua AMSINDO Jabar (foto: Info Bandung Barat)
Pj Gubernur Jawa Barat bersama Ketua AMSINDO Jabar (foto: Info Bandung Barat)

Di sela-sela diskusi harian, Bey Machmudin menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para pengelola akun infocity atas dedikasi mereka dalam menyiarkan peristiwa kedaruratan secara cepat di wilayah masing-masing. Bey mengakui bahwa penetrasi media sosial saat ini hampir tidak memiliki sekat batas sehingga arus penyebaran informasinya berjalan sangat masif. Bahkan dalam beberapa kasus kebencanaan atau kecelakaan lalu lintas, pihak pimpinan daerah sering kali mendapatkan laporan awal visual dari unggahan warga di media sosial terlebih dahulu sebelum dinas terkait melayangkan surat konfirmasi resmi.

Merespons fenomena kecepatan tersebut, perwakilan dari Tim Info Bandung Barat yang dihadiri oleh pendirinya, Amel Rahma, mengingatkan pentingnya membangun saluran komunikasi verifikasi dua arah antara komunitas jurnalisme siber dengan instansi kedinasan di daerah. Komunikasi yang sehat dinilai sangat krusial agar data lapangan yang disiarkan akun lokal tidak melahirkan disinformasi atau hoaks di tengah masyarakat. Bey Machmudin menyepakati pandangan tersebut dan menegaskan bahwa tanggung jawab pemutakhiran data berada di bawah kendali Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) di setiap kabupaten maupun kota untuk selalu responsif dan terbuka terhadap konfirmasi wartawan siber.

Menyampaikan Permasalahan di Bandung Barat

Tim Info Bandung Barat juga turut mendapatkan kesempatan untuk hadir dan menyampaikan pendapat kepada Pj Gubernur Jawa Barat. Pada kesempatan kali ini, tim kami berharap sinergitas antara penggiat media sosial terutama infocity dengan dinas-dinas di daerahnya bisa terjalin dengan baik. Kabar-kabar terkini yang disiarkan infocity tentunya perlu verifikasi dari dinas-dinas terkait agar tidak timbul berita bohong atau hoaks di masyarakat. Maka dari itu, Info Bandung Barat menganggap bahwa komunikasi yang baik antara infocity dan pemerintahan adalah hal yang penting.

Pj Gubernur Jawa Barat (kiri), Ketua AMSINDO Jabar Feggy Nurdiansyah (tengah), Founder Info Bandung Barat Amel Rahma (kanan). (foto: Info Bandung Barat)
Pj Gubernur Jawa Barat (kiri), Ketua AMSINDO Jabar Feggy Nurdiansyah (tengah), Founder Info Bandung Barat Amel Rahma (kanan). (foto: Info Bandung Barat)

Bey pun mengamini hal tersebut, sejauh ini pihaknya mengaku terbuka dan menyambut infocity untuk memverifikasi kabar terkini untuk kemudian disiarkan kepada masyarakat. Ia menambahkan bahwa hal tersebut di bawah tanggung jawab Dinas Komunikasi dan Informasi di daerah masing-masing. Sehingga Bey juga mengimbau kepada Diskominfo untuk terus memperbarui informasi sebagai upaya mencegah tersiarnya hoaks.

Diskusi untuk Solusi dari Permasalahan Citarum

Selain itu hal-hal yang berkaitan dengan birokrasi informasi, kegiatan ini secara tidak langsung membocorkan rencana-rencana Pemprov Jabar yang dalam waktu dekat mungkin akan berjalan.

Salah satunya permasalahan yang tidak lama ini terjadi di Kabupaten Bandung Barat. Video viral yang diunggah grup social movement Pandawara Group tentang menumpuknya sampah di bawah Jembatan BBS Kabupaten Bandung Barat beberapa  waktu lalu menjadi polemik karena narasinya tidak sesuai dengan penanganan sebenarnya.

Kabupaten Bandung Barat sebagai hilir Sungai Citarum mendapat imbas atas bertumpuknya sampah yang dikirim sejak dari anak sungai. Rudy Praja, salah satu penggiat media sosial di Kabupaten Bandung Barat mengungkapkan keresahan sekaligus menyarankan solusi kepada Pj Gubernur di kesempatan kali ini.

“Bandung Barat itu kan selalu katempuhan karena sampahnya numpuk di daerah kita. Saya berpikir, bagaimana jika di setiap perbatasan daerah sepanjang Sungai Citarum itu dipasang pembatas agar sampah tersaring di daerah masing-masing dan tidak menumpuk di Kabupaten Bandung Barat?” kata Rudy

Bey menjawab dengan mantap pertanyaan tersebut. Ia mengaku Pemprov Jabar telah menyusun solusi yang sama. Ia juga mengatakan bahwa penyekatan telah dilakukan di anak-anak sungai meski dampaknya tidak begitu baik.

“Sebenarnya ini sudah ada programnya, kami bersama tim satgas Citarum memang berencana untuk melakukan penyekatan di batas-batas wilayah. Bahkan disarankan di tiap desa karena warga juga tidak mau disalahkan atas sampah yang tidak mereka buang. Namun memang ini perlu proses, tidak mudah dan perlu biaya yang besar. Sehingga kami masih mengupayakan agar prosesnya segera berjalan dan bisa menangani masalah sampah di Citarum,” kata Bey.

Selanjutnya Bey berharap diskusi-diskusi seperti ini tidak hanya berlangsung satu kali saja. Bey membuka kesempatan agar media sosial bisa bekerja sama dengan Pemprov Jabar untuk selalu menyampaikan berita-berita terbaru dari masyarakat.

About Author

Ayu Diah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *