38°C
28/04/2026
Sejarah

Bandung Lautan Api sebagai Strategi Perlawanan Rakyat dalam Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

  • Desember 23, 2025
  • 3 min read
Bandung Lautan Api sebagai Strategi Perlawanan Rakyat dalam Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

INFO BANDUNG BARAT — Selain dikenal dengan julukan Paris van Java, Kota Bandung juga memiliki catatan sejarah heroik yang melekat kuat dalam perjalanan bangsa Indonesia, yakni peristiwa Bandung Lautan Api. Peristiwa bersejarah ini diperingati setiap 24 Maret sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan rakyat Bandung dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1946. Bandung Lautan Api menjadi simbol perlawanan rakyat yang terorganisasi serta tonggak penting dalam dinamika Revolusi Nasional Indonesia.

Berdasarkan buku Geliat Kota Bandung: Dari Kota Tradisional Menuju Modern terbitan Bank Indonesia yang ditulis oleh Eko Yulianto dkk., peristiwa Bandung Lautan Api bermula pada awal 1946 ketika pasukan Inggris yang tergabung dalam Allied Forces in Netherlands East Indies (AFNEI) bersama Netherlands Indies Civil Administration (NICA) memasuki Kota Bandung. Kedatangan mereka awalnya diklaim sebagai bagian dari misi Recovery of Allied Prisoners of War and Internees (RAPWI). Namun, dalam praktiknya, misi tersebut berkembang menjadi upaya penguasaan kembali wilayah strategis Indonesia oleh kekuatan kolonial.

Dalam rangka memperkuat kontrol wilayah, AFNEI mengeluarkan dua ultimatum kepada penduduk dan pasukan Republik Indonesia. Ultimatum pertama pada 27 November 1945 memerintahkan penduduk pribumi meninggalkan wilayah Bandung Utara. Ultimatum kedua dikeluarkan pada 23 Maret 1946 yang menuntut pengosongan wilayah Bandung Selatan dalam radius 11 kilometer dari pusat kota, paling lambat pukul 24.00 pada 24 Maret 1946.

Menghadapi situasi tersebut, Komandan Divisi III Tentara Republik Indonesia (TRI), Mayor A.H. Nasution, menolak menyerahkan kota tanpa perlawanan. Ia menginisiasi penerapan strategi bumi hangus sebagai bentuk perlawanan total terhadap kekuatan kolonial. Strategi ini bertujuan menghancurkan fasilitas dan infrastruktur strategis agar tidak dapat dimanfaatkan oleh pihak musuh. Kebijakan tersebut didasarkan pada doktrin Perang Rakyat Semesta, yaitu konsep pertahanan menyeluruh yang melibatkan seluruh unsur rakyat dalam menghadapi agresi militer.

Sebagai tindak lanjut, TRI bersama rakyat Bandung melaksanakan evakuasi besar-besaran terhadap penduduk Bandung Selatan. Rumah-rumah, bangunan, dan fasilitas strategis dibakar secara terencana sebagai bagian dari strategi bumi hangus. Dalam waktu kurang lebih tujuh jam, sekitar 200.000 penduduk meninggalkan dan membakar wilayah tempat tinggal mereka. Peristiwa inilah yang kemudian dikenal sebagai Bandung Lautan Api, simbol perlawanan kolektif rakyat terhadap upaya kolonialisasi ulang.

Selain strategi bumi hangus, perlawanan terhadap pasukan Sekutu dan NICA juga dilakukan melalui aksi gerilya. Salah satu aksi heroik yang tercatat dalam sejarah adalah tindakan Mohammad Toha yang menyerang gudang mesiu milik NICA. Bentuk perlawanan ini menunjukkan bahwa perjuangan tidak hanya dilakukan melalui konfrontasi militer konvensional, tetapi juga melalui strategi perlawanan urban yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

Peristiwa Bandung Lautan Api mencerminkan tingginya semangat heroisme dan nasionalisme rakyat Bandung. Kesediaan masyarakat mengorbankan harta benda, tempat tinggal, bahkan nyawa menjadi wujud nyata dari tekad mempertahankan kemerdekaan bangsa. Dalam konteks sejarah nasional, peristiwa ini menegaskan peran rakyat sebagai subjek utama dalam perjuangan melawan kolonialisme.***


Penulis: Anggie Baeduri Aulia R

Editor: Ayu Diah Nur’azizah

About Author

Tim Redaksi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *