38°C
09/06/2026
Sejarah

Sejarah Tersembunyi Benteng Pasir Malang

  • Desember 23, 2025
  • 2 min read
Sejarah Tersembunyi Benteng Pasir Malang

INFO BANDUNG BARAT — Di balik rimbunnya hutan pinus Lembang, Kabupaten Bandung Barat, tersembunyi sebuah bangunan bersejarah peninggalan kolonial Belanda yang hingga kini masih berdiri cukup kokoh, yaitu Benteng Pasir Malang. Meski tidak sepopuler benteng-benteng lain di kawasan Lembang, keberadaan bangunan ini menyimpan nilai historis yang berkaitan dengan strategi pertahanan kolonial serta dinamika sosial masyarakat setempat.

Benteng Pasir Malang dibangun pada 1922 dan berlokasi di Kampung Sukamulya, Desa Mekarwangi, Kecamatan Lembang. Secara geografis, benteng ini berdiri tepat di atas Sesar Lembang, sebuah patahan aktif yang membentang di wilayah utara Bandung. Lokasi tersebut dipilih dengan pertimbangan strategis karena topografi perbukitan Lembang memungkinkan pengawasan terhadap wilayah sekitarnya.

Pada masa pemerintahan kolonial Belanda, Benteng Pasir Malang difungsikan sebagai pos penjagaan dan pengintaian. Tujuan utama pembangunannya adalah memantau aktivitas penduduk pribumi yang dianggap berpotensi mengganggu stabilitas kekuasaan kolonial. Kawasan Lembang yang dikelilingi hutan dan jalur pegunungan dinilai rawan menjadi tempat persembunyian maupun jalur pergerakan perlawanan rakyat, sehingga memerlukan pengawasan ketat.

Menurut informasi yang berkembang di masyarakat dan didukung dokumen lokal, peresmian Benteng Pasir Malang melibatkan tokoh-tokoh lokal, yakni Dalem Sawidak dan Dalem Kertalegawa, dengan disaksikan oleh pihak Belanda. Keterlibatan elite lokal tersebut mencerminkan strategi politik kolonial yang kerap memanfaatkan pengaruh pemimpin tradisional untuk memperoleh legitimasi kekuasaan.

Pasca-kemerdekaan, Benteng Pasir Malang tidak lagi digunakan oleh pihak kolonial. Pada masa awal kemerdekaan, benteng ini sempat dimanfaatkan sebagai pusat pertahanan oleh Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Hal ini menunjukkan bahwa bangunan peninggalan kolonial turut berperan dalam fase awal perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Saat ini, Benteng Pasir Malang berada dalam perawatan Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (SECAPA AD) dan dikenal pula sebagai Benteng atau Tugu SECAPA.

Dari segi usia, Benteng Pasir Malang tercatat sebagai benteng termuda dibandingkan benteng-benteng lain di kawasan Lembang. Secara fisik, bangunannya relatif lebih kecil dan sederhana, dengan ciri khas arsitektur militer kolonial berupa bentuk memanjang dan dinding tinggi. Meski sebagian struktur kini tertutup vegetasi dan tanah, bentuk aslinya masih dapat dikenali.

Secara keseluruhan, Benteng Pasir Malang merupakan bagian penting dari lanskap sejarah Lembang. Bangunan ini tidak hanya merepresentasikan sistem pertahanan kolonial Belanda, tetapi juga merekam relasi antara kekuasaan kolonial, elite lokal, dan masyarakat pribumi dalam perjalanan sejarah Bandung Barat.***


Penulis: Anggie Baeduri Aulia R

Editor: Ayu Diah Nur’azizah

About Author

Tim Redaksi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *