38°C
23/04/2026
Sejarah

Benteng Gunung Putri, Tempat Sejarah yang Jarang Diketahui

  • Desember 16, 2025
  • 3 min read
Benteng Gunung Putri, Tempat Sejarah yang Jarang Diketahui

INFO BANDUNG BARAT — Lembang tidak hanya dikenal dengan udara sejuk dan hamparan kebun teh yang hijau. Di balik pesona alamnya, kawasan ini menyimpan sebuah situs bersejarah yang menjadi saksi bisu strategi pertahanan militer pada masa kolonial, yakni Benteng Gunung Putri. Benteng ini terletak di puncak perbukitan dengan ketinggian sekitar 1.587 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Benteng Gunung Putri diperkirakan dibangun pada 1884 oleh pemerintah Hindia Belanda. Pada masa itu, Belanda tengah memperkuat sistem pertahanan di wilayah Bandung yang direncanakan sebagai pusat pemerintahan alternatif. Letak geografis Lembang yang strategis membuat kawasan ini dipilih sebagai bagian dari sistem pertahanan. Dari puncak bukit tempat benteng berdiri, tentara Belanda dapat mengawasi wilayah Lembah Lembang hingga Cekungan Bandung dengan sudut pandang yang luas, sehingga pergerakan musuh dapat terdeteksi sejak dini.

Pada masa kolonial, benteng ini difungsikan sebagai pos pengintaian bagi tentara KNIL (Koninklijk Nederlandsch-Indische Leger). Bangunannya dirancang secara fungsional, dengan dinding beton setebal sekitar satu meter, ruangan-ruangan sempit berukuran kurang lebih 3 × 4 meter, serta lubang-lubang intai. Struktur tersebut menunjukkan bahwa benteng ini dibangun untuk menghadapi ancaman militer secara nyata. Selain itu, terdapat jalur sempit yang diduga digunakan sebagai jalan pelarian apabila terjadi serangan mendadak.

Peran Benteng Gunung Putri semakin terasa ketika Perang Dunia II pecah dan Jepang mulai menguasai Hindia Belanda pada 1942. Benteng ini sempat menjadi tempat perlindungan pasukan KNIL sebelum akhirnya mereka dipukul mundur oleh tentara Jepang. Dalam peristiwa tersebut, beberapa tentara Belanda dilaporkan dieksekusi di sekitar kawasan benteng, sementara sebagian lainnya berhasil melarikan diri melalui jalur rahasia yang mengarah ke selatan. Benteng ini menjadi saksi bisu salah satu babak kelam dalam sejarah kolonial di Indonesia.

Menariknya, Benteng Gunung Putri tidak berdiri sendiri. Kawasan Lembang diketahui memiliki beberapa benteng lain, seperti di Maribaya dan Jayagiri, yang saling terhubung melalui jalur rahasia yang dikenal sebagai Jalur Kawa. Jaringan benteng ini menunjukkan betapa pentingnya wilayah Lembang dalam strategi pertahanan Belanda. Bahkan, terdapat dugaan bahwa benteng ini telah dibangun lebih awal dari perkiraan, sekitar 1906, dan sempat difungsikan sebagai tempat pengungsian apabila Gunung Tangkuban Parahu mengalami erupsi.

Selain menyimpan catatan sejarah militer, Benteng Gunung Putri juga lekat dengan cerita rakyat Sunda. Kawasan ini kerap dikaitkan dengan legenda Sangkuriang. Konon, Dayang Sumbi pernah bersembunyi di area tersebut saat melarikan diri dari kejaran Sangkuriang. Kisah ini menambah nuansa mistis pada benteng, menjadikannya ruang pertemuan antara sejarah, budaya, dan kepercayaan masyarakat setempat.

Saat ini, kondisi Benteng Gunung Putri cukup memprihatinkan. Bangunan utama hanya menyisakan reruntuhan beton yang sebagian besar tertimbun tanah serta ditumbuhi lumut dan ilalang. Meski demikian, di bagian atas kawasan benteng telah didirikan Tugu Perjuangan “Tradisi Bela Negara” yang diresmikan pada 11 September 2015 sebagai pengingat nilai-nilai perjuangan dan nasionalisme. Benteng Gunung Putri bukan sekadar peninggalan fisik, melainkan warisan sejarah yang menyimpan banyak cerita.***


Penulis: Anggie Baeduri Aulia R

Editor: Ayu Diah Nur’azizah

About Author

Tim Redaksi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *