38°C
21/05/2026
Sejarah

Gunung Majapait Cililin, Jejak Gunung Api Purba yang Terhapus dari Peta Modern

  • Maret 31, 2026
  • 4 min read
Gunung Majapait Cililin, Jejak Gunung Api Purba yang Terhapus dari Peta Modern

INFO BANDUNG BARAT — Gunung Majapait yang terletak di wilayah Cililin, Kabupaten Bandung Barat, menyimpan jejak sejarah panjang yang tidak hanya berkaitan dengan budaya lokal, tetapi juga proses geologi purba yang membentuk lanskap Bandung Raya. Dengan ketinggian sekitar 1.047 meter di atas permukaan laut, gunung ini pernah tercatat dalam berbagai peta kolonial Belanda pada awal abad ke-20. Namun, seiring perkembangan pemetaan modern, nama Gunung Majapait perlahan menghilang dari peta, meninggalkan jejak yang kini hanya dapat ditelusuri melalui arsip lama dan kajian ilmiah.

Dalam peta topografi yang dibuat pada tahun 1908, Gunung Majapait masih tercantum secara jelas sebagai bagian dari bentang alam wilayah Bandung Barat. Keberadaannya juga masih tercatat dalam peta tahun 1923 dan 1944. Akan tetapi, setelah memasuki era pemetaan modern pasca tahun 2000, nama gunung ini tidak lagi ditemukan. Fenomena ini menunjukkan adanya perubahan dalam sistem penamaan geografis atau toponimi, yang kerap terjadi akibat pergeseran administrasi wilayah, perubahan penggunaan lahan, atau minimnya dokumentasi lanjutan terhadap objek geografis tertentu.

Secara etimologis, nama “Majapait” sering kali diasosiasikan dengan Kerajaan Majapahit yang pernah berjaya di Nusantara. Namun, masyarakat lokal di Cililin memiliki pemaknaan yang berbeda. Nama tersebut diyakini berasal dari kata “maja” yang merujuk pada buah maja, dan “pait” yang berarti pahit dalam bahasa Sunda. Penamaan ini mencerminkan karakter lokal yang lebih dekat dengan kondisi alam dan tradisi masyarakat setempat, dibandingkan dengan pengaruh sejarah kerajaan besar di Jawa Timur. Selain itu, berkembang pula cerita lisan mengenai tokoh-tokoh leluhur seperti Pa Maja, serta mitos Sanghyang Taraje yang memperkaya dimensi budaya kawasan ini.

Di balik cerita budaya tersebut, Gunung Majapait memiliki nilai penting dalam kajian geologi. Para peneliti mengidentifikasi bahwa gunung ini merupakan bagian dari sistem gunung api purba Cililin yang telah aktif jutaan tahun lalu, diperkirakan lebih dari 4 juta tahun yang lalu. Aktivitas vulkanik pada masa itu menghasilkan bentang alam berupa kaldera besar, yakni cekungan luas yang terbentuk akibat letusan dahsyat dan runtuhnya puncak gunung api. Pola melingkar dari pegunungan di sekitar Cililin menjadi salah satu indikasi kuat keberadaan kaldera purba tersebut.

Kaldera Gunungapi Cililin Purba diperkirakan memiliki diameter lebih dari 5,5 kilometer. Di dalam dan sekeliling struktur ini, terdapat sejumlah gunung lain seperti Gunung Gedugan, Gunung Nakhoda, hingga Batukeupeul, yang secara geomorfologi menunjukkan keterkaitan sebagai bagian dari satu sistem vulkanik yang sama. Keberadaan batuan vulkanik seperti breksi dan tuf di kawasan ini semakin memperkuat dugaan bahwa wilayah tersebut pernah mengalami aktivitas vulkanik yang intens di masa lampau.

Tidak hanya di Cililin, wilayah Bandung Barat secara umum, termasuk kawasan Soreang, juga menunjukkan indikasi adanya sistem gunung api purba lainnya. Pola pegunungan yang membentuk lingkaran kecil di wilayah tersebut menjadi bukti tambahan bahwa kawasan ini pernah menjadi pusat aktivitas geologi yang kompleks. Dalam ilmu geologi, gunung api purba merujuk pada gunung yang sudah tidak aktif dan telah mengalami proses erosi dalam waktu sangat lama, sehingga bentuk aslinya tidak lagi menyerupai gunung api aktif pada umumnya.

Selain nilai geologis, kawasan Gunung Majapait juga menyimpan warisan budaya yang unik. Di sekitar gunung ini terdapat Kampung Majapahit, yang dikenal memiliki aturan adat yang tidak biasa, yakni membatasi jumlah rumah hanya sebanyak 14 kepala keluarga. Tradisi ini diwariskan secara turun-temurun tanpa catatan tertulis yang jelas, namun tetap dipatuhi oleh masyarakat setempat hingga kini. Keberadaan tradisi ini menjadi bukti bahwa hubungan antara manusia dan alam di kawasan tersebut telah terjalin dalam waktu yang sangat lama.

Gunung Majapait Cililin pada akhirnya bukan sekadar bentang alam yang terlupakan. Ia adalah saksi bisu dari proses geologi purba yang membentuk wajah Bandung Barat, sekaligus ruang hidup yang menyimpan nilai-nilai budaya lokal yang masih bertahan hingga sekarang. Meskipun namanya telah hilang dari peta modern, jejak sejarah dan ilmiahnya tetap hidup dalam lanskap, cerita rakyat, serta penelitian yang terus mengungkap masa lalu kawasan ini.

About Author

Ayu Diah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *