Waspadai Kamuflase Puluhan Nama Lain Gula pada Label Kemasan Makanan yang Sering Mengecoh Konsumen
INFO BANDUNG BARAT — Bagi Anda yang selama ini sudah disiplin menghindari kandungan gula pasir dalam makanan dan minuman, ada baiknya untuk mulai memeriksa kembali daftar komposisi produk yang hendak dikonsumsi secara lebih teliti. Pasalnya, absennya kata “gula” pada label informasi nilai gizi bukan berarti produk tersebut sepenuhnya bebas dari pemanis (sugar-free).
Rupanya, industri manufaktur pangan memiliki puluhan nama asing untuk menyebutkan kandungan sakarida (senyawa karbohidrat gula) yang ditambahkan ke dalam produk mereka.
Alasan di Balik Beragamnya Istilah Gula dalam Industri Pangan
Saat hendak membeli suatu produk makanan atau minuman olahan, seberapa sering Anda mengecek kandungan pemanisnya? Ada berbagai nama lain gula yang jamak ditambahkan ke dalam makanan kemasan sehingga sering kali mengecohkan pembeli. Diferensiasi istilah ini terjadi karena gula diolah dari berbagai sumber alami yang beragam, mulai dari tebu, bit, jagung, hingga buah-buahan. Hasil pemrosesan tersebut melahirkan karakteristik rasa, tingkat kemanisan, dan tekstur fisik yang tidak sama.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (Food and Drug Administration atau FDA) serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI sebenarnya mewajibkan produsen makanan untuk mencantumkan seluruh bahan baku secara transparan pada label kemasan. Namun, penggunaan istilah ilmiah atau nama dagang turunan membuat kehadiran zat pemanis ini menjadi sulit dideteksi oleh masyarakat awam.
Oleh karena itu, konsumen dituntut untuk lebih jeli saat membaca tabel komposisi bahan (ingredients). Pasalnya, setiap jenis gula tersembunyi yang masuk ke dalam tubuh akan langsung memengaruhi akumulasi asupan kalori harian serta kadar glukosa darah.
Membongkar Kamus Gula Tersembunyi pada Produk Olahan
Selama proses manufaktur makanan dan minuman kemasan, gula merupakan komponen krusial yang hampir selalu diikutsertakan. Penambahan ini tidak hanya bertujuan untuk mendongkrak cita rasa, melainkan juga untuk memperbaiki tekstur, menjaga stabilitas emulsi, serta memperpanjang umur simpan produk melalui penekanan aktivitas mikroorganisme.
Para ahli mencatat setidaknya ada sekitar 56 bentuk dan istilah lain dari gula yang kerap bersembunyi pada label kemasan. Di antara puluhan terminologi tersebut, berikut adalah ragam nama lain gula yang paling sering beredar di pasaran:
Kelompok Gula Berbasis Sirup dan Cairan Alami
Corn syrup (sirup jagung)
Sirup jagung tinggi fruktosa (high-fructose corn syrup atau HFCS)
Sirup agave
Blackstrap molasses (tetes tebu)
Buttered syrup
Sirup maple
Sorghum syrup (sirup sorgum)
Refiner’s syrup
Malt syrup (sirup malt)
Rice syrup (sirup beras)
Kelompok Gula Kristal dan Olahan Padat
Sukrosa (gula pasir biasa)
Gula bit
Brown sugar
Gula tebu murni
Karamel
Gula kastor
Gula demerara
Confectioners sugar (gula bubuk halus)
Raw sugar (gula mentah)
Barley malt
Kelompok Senyawa Kimiawi Monosakarida dan Disakarida
Dekstrin
Dekstrosa
Glukosa
Maltosa
Fruktosa (gula buah)
Galaktosa
Dengan mengenali istilah-istilah di atas, Anda dapat membentengi diri dari jebakan pangan tinggi kalori tersembunyi. Mulailah meluangkan waktu sejenak untuk membaca baris demi baris komposisi pada kemasan demi menjaga kesehatan jangka panjang.