Pencuri Kabel Grounding di Jalur KCIC Diamankan, Perjalanan Whoosh Tetap Aman
INFO BANDUNG BARAT–PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) berhasil mengamankan seorang pelaku pencurian kabel grounding di jalur kereta cepat Whoosh, tepatnya di antara Padalarang–Tegalluar, pada Jumat (29/8/2025). Penangkapan dilakukan saat tim keamanan KCIC melakukan patroli rutin.
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menjelaskan bahwa petugas mendapati seorang pria mencurigakan saat patroli di KM 114+300, Jalan Tipar Barat, Kabupaten Bandung Barat. Dari tangan pelaku, ditemukan sebuah karung berisi 51 potong kabel grounding sepanjang 35 cm, 3 potong kabel grounding sepanjang 70 cm, serta alat berupa kunci pas dan pisau cutter.
“Kabel grounding ini adalah bagian vital dari pagar sound barrier. Fungsinya untuk menyalurkan arus petir ke tanah sehingga melindungi prasarana dan sistem operasi kereta cepat. Jika dicuri, dampaknya bisa berbahaya bagi keselamatan perjalanan maupun masyarakat sekitar,” kata Eva melalui keterangan tertulis kepada Info Bandung Barat, Selasa (16/9/2025).
Eva menegaskan pencurian kabel grounding sangat berisiko terhadap keselamatan dan keamanan operasional kereta cepat. Komponen tersebut tidak hanya melindungi jaringan dari sambaran petir dan gangguan kelistrikan, tetapi juga mencegah potensi sengatan listrik tegangan tinggi di sekitar jalur.
Pelaku beserta barang bukti telah diserahkan ke Polsek Padalarang untuk diproses lebih lanjut. Sesuai Pasal 362 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), pencurian dapat dikenakan ancaman pidana penjara hingga lima tahun atau denda maksimal sembilan ratus rupiah.
Meski terjadi pencurian, KCIC memastikan perjalanan Whoosh tetap berjalan normal. “Petugas teknis langsung melakukan perbaikan di lokasi. Sistem pengamanan kini kembali normal, dan operasional Whoosh tidak terganggu,” jelas Eva.
KCIC juga menyampaikan upaya pencegahan dengan memperketat keamanan di sepanjang jalur kereta cepat. Saat ini sudah terpasang pagar pembatas, CCTV di sejumlah titik, serta patroli rutin setiap 500 meter. Selain itu, KCIC mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga aset negara.
“Masyarakat jangan sampai melakukan perusakan atau pencurian fasilitas umum. Peran serta masyarakat sangat penting demi kelancaran dan keamanan layanan Kereta Cepat Whoosh,” tutup Eva.***