38°C
06/08/2026
Komunitas

Polres Cimahi Apresiasi Paguyuban Difabel yang Inspiratif di Cikalongwetan

  • Agustus 27, 2024
  • 3 min read
Polres Cimahi Apresiasi Paguyuban Difabel yang Inspiratif di Cikalongwetan

INFO BANDUNG BARAT — Keterbatasan fisik terbukti tidak menjadi penghalang bagi para penyandang disabilitas di kawasan Kampung Cikara, Desa Cisomang Barat, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat. Di wilayah tersebut, tumbuh sebuah komunitas inklusif bernilai positif yang bernama Paguyuban Difabel Mandiri Sejahtera. Wadah bagi para penyandang disabilitas ini berdiri di bawah binaan Anton yang juga merupakan seorang penyandang difabel. Melalui pergerakan paguyuban ini, para anggotanya mampu membuktikan eksistensi mereka di dunia usaha dengan mendirikan Warung Paguyuban Difabel. Langkah nyata tersebut diambil dengan tujuan mulia agar kelompok disabilitas tidak dipandang sebelah mata serta mampu berdikari secara ekonomi di tengah lingkungan masyarakat.

Eksistensi warung paguyuban tersebut kemudian menarik perhatian jajaran Kepolisian Resor (Polres) Cimahi yang datang berkunjung dipimpin langsung oleh Kapolres Cimahi. Mengingat Kecamatan Cikalongwetan masuk ke dalam wilayah yurisdiksi hukumnya, Polres Cimahi memberikan perhatian khusus terhadap pemenuhan hak kelompok rentan tersebut. Kehadiran aparat penegak hukum ini menjadi momentum penting untuk melihat langsung model pemberdayaan berbasis komunitas yang dikembangkan secara mandiri oleh para penyandang disabilitas pedesaan.

Dialog Kemanusiaan Bersama Seratus Anggota dan Program Literasi Inklusif

Dalam kesempatan tatap muka tersebut, terjadi dialog humanis antara Kapolres Cimahi dengan Ketua Paguyuban Difabel Mandiri Sejahtera, Dede Supria. Berdasarkan data pemetaan paguyuban, wadah ini telah merangkul kurang lebih seratus anggota penyandang disabilitas di seluruh penjuru Kecamatan Cikalongwetan. Salah satu potret kerentanan yang menjadi perhatian bersama adalah kondisi keluarga Ade, di mana pasangan suami istri beserta dua anak mereka harus berjuang di tengah keterbatasan fisik akibat malafungsi organ tubuh serta kesulitan berjalan yang dialami secara mendadak.

Di tengah pelbagai tantangan sosiologis tersebut, Paguyuban Difabel Mandiri Sejahtera tetap mengedepankan program edukasi dan pengembangan kreativitas bagi para anggotanya. Dede Supria memaparkan bahwa banyak penyandang disabilitas dewasa di kawasannya yang memiliki motivasi tinggi untuk belajar membaca dan menulis. Guna mewadahi antusiasme tersebut, pengurus paguyuban berupaya keras memfasilitasi ruang belajar literasi dasar secara gratis. Langkah advokasi ini didukung penuh oleh Polres Cimahi yang berkomitmen untuk ikut serta mewadahi kebutuhan fasilitas belajar, alat bantu operasional, hingga memperjuangkan akses kesetaraan hak sipil dengan masyarakat umum.

Penyaluran Bantuan Renovasi Fisik dan Advokasi Aksesibilitas Legalitas

Sebagai bentuk nyata dari kepedulian sosial, Polres Cimahi menyalurkan bantuan logistik berupa paket bahan pokok, bantuan kursi roda baru, serta pembiayaan renovasi fasilitas dapur dan kamar mandi di bangunan warung difabel yang menjadi pusat aktivitas paguyuban. Selain bantuan materiil, kelompok disabilitas juga menyampaikan aspirasi strategis terkait kebutuhan pengadaan Surat Izin Mengemudi (SIM) khusus penyandang disabilitas. Legalitas berkendara ini dinilai sangat krusial agar para anggota paguyuban dapat mobilitas secara aman dan berdaya ekonomi sesuai dengan keahlian bidang usaha masing-masing.

Apresiasi dan ucapan terima kasih mendalam disampaikan oleh pengurus paguyuban atas atensi yang diberikan oleh kepolisian terhadap keberadaan kaum minoritas di Bandung Barat. Dede Supria mengakui bahwa selama ini perhatian dari pemangku kebijakan terhadap penyandang disabilitas masih sangat minim, terutama bagi keluarga prasejahtera yang mengalami disabilitas ganda. Melalui kunjungan ini, paguyuban berharap dapat membuka mata publik secara lebih luas bahwa di balik keterbatasan fisik yang dimiliki, kelompok disabilitas tetap memiliki kapasitas untuk berkarya, beraktivitas normal, serta berdaya secara mandiri jika diberikan ruang kesempatan yang setara.

About Author

Ayu Diah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *