38°C
08/06/2026
Peristiwa

Keracunan Massal di SDN Gandasari Sindangkerta KBB, 93 Siswa dan Orang Tua Jadi Korban, 10 Dilarikan ke RSUD

  • Juni 25, 2024
  • 3 min read
Keracunan Massal di SDN Gandasari Sindangkerta KBB, 93 Siswa dan Orang Tua Jadi Korban, 10 Dilarikan ke RSUD

INFO BANDUNG BARATPeristiwa keracunan massal kembali mengguncang wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB). Kali ini, insiden medis tersebut menimpa puluhan siswa, siswi, serta orang tua murid di Sekolah Dasar (SD) Negeri Gandasari, Kecamatan Sindangkerta. Peristiwa nahas ini terjadi bertepatan dengan momentum acara Pelepasan Siswa Kelas 6 pada Senin (24/6/2024).

Saat dikonfirmasi melalui saluran telepon, Kapolsek Sindangkerta, AKP Deden Indrajaya, membenarkan kejadian tersebut dan menyebutkan bahwa sedikitnya terdapat 93 orang yang terdata menjadi korban keracunan massal.

Kronologi Kejadian: Gejala Massal Muncul pada Malam Hari

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, petaka ini bermula ketika para siswa dan orang tua mengonsumsi hidangan yang disajikan dalam acara perpisahan tersebut pada Senin siang sekitar pukul 14.00 WIB. Hidangan utama yang dikonsumsi berupa ayam goreng tepung (fried chicken) beserta sambalnya yang dipesan dari pedagang di sekitar sekolah, sedangkan menu nasi putih dimasak secara mandiri oleh pihak sekolah.

“Bukan jasaboga (catering). Mereka memesan ayam dan sausnya, sedangkan untuk nasinya mereka membuat sendiri,” ujar Deden saat memberikan keterangan kepada Info Bandung Barat, Selasa (25/6/2024).

Selang beberapa jam setelah mengonsumsi makanan tersebut, tepatnya pada malam hari, gelombang laporan mulai berdatangan. Sejumlah korban mengeluhkan gejala medis yang serupa, seperti mual, pusing, diare, hingga muntah-muntah. Grafik jumlah korban dilaporkan mengalami lonjakan signifikan pada keesokan harinya.

“Justru jumlah korban paling banyak dilaporkan hari ini (Selasa) sekitar pukul 11.00 WIB. Hingga kini, jumlah korban yang sudah terdaftar resmi mencapai 93 orang,” tambah Deden.

Distribusi Perawatan Medis Korban

Dari total 93 korban yang terdata, mayoritas didominasi oleh anak-anak atau siswa sekolah. Namun, beberapa orang tua murid yang ikut mencicipi hidangan tersebut juga dilaporkan mengalami dampak klinis yang sama.

Guna mendapatkan penanganan medis yang cepat, para korban segera dievakuasi secara tersebar ke sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) terdekat:

  • RSUD Cililin: 10 orang korban kedaruratan dirujuk dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cililin karena membutuhkan penanganan intensif.

  • Faskes Setempat: Puluhan korban lainnya menjalani perawatan di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), klinik swasta, hingga praktik bidan desa.

“Sebanyak 10 orang dirawat di RSUD Cililin, sedangkan sisanya tersebar di puskesmas, klinik, dan bidan. Sebagian besar sudah diperbolehkan pulang, tetapi 14 orang di antaranya masih harus menjalani observasi mendalam di puskesmas,” tutur Deden.

Investigasi Kepolisian dan Uji Laboratorium Sampel Makanan

Merespons kejadian luar biasa (KLB) ini, jajaran Polsek Sindangkerta bersama tim teknis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat langsung menyambangi lokasi kejadian di SDN Gandasari. Langkah ini dilakukan untuk meminta keterangan dari pihak panitia sekolah serta memberikan imbauan agar warga segera melapor jika masih ada yang mengalami gejala klinis serupa.

Sebagai langkah penegakan hukum dan pelacakan epidemiologi, petugas telah mengamankan sampel makanan yang diduga kuat menjadi sumber keracunan beserta sampel muntahan para korban. Seluruh sampel tersebut segera dikirim dan diperiksa secara laboratoris di Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Barat guna mengidentifikasi zat, bakteri, atau senyawa beracun yang memicu insiden tersebut.

About Author

Ayu Diah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *