38°C
15/04/2026
Bhineka

MBG Tetap Jalan Saat Ramadan 2026, BGN Siapkan Empat Skema Penyaluran

  • Februari 11, 2026
  • 2 min read
MBG Tetap Jalan Saat Ramadan 2026, BGN Siapkan Empat Skema Penyaluran

INFO BANDUNG BARAT — Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama Ramadan 2026. Meski bulan suci yang diperkirakan berlangsung pada pertengahan Februari hingga Maret itu identik dengan perubahan pola makan masyarakat, penyesuaian dilakukan untuk menghormati ibadah puasa sekaligus memastikan target pemenuhan gizi nasional tidak terhenti.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan empat skema penyaluran MBG yang fleksibel dan menyesuaikan kondisi di setiap daerah. Teknis pelaksanaannya akan dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sesuai dengan karakteristik penerima manfaat di wilayah masing-masing.

Untuk sekolah-sekolah yang mayoritas siswanya beragama Islam dan menjalankan puasa, MBG tetap didistribusikan seperti biasa. Namun, menu yang diberikan berupa makanan tahan lama agar dapat dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka. “Bisa dibawa ke rumah untuk dikonsumsi saat berbuka,” ujar Dadan di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu, 7 Februari 2026.

Menu yang disiapkan selama Ramadan antara lain kurma, telur rebus atau telur olahan seperti telur asin dan pindang, buah-buahan, susu, hingga abon. Jenis makanan ini dipilih karena praktis, bergizi, dan tetap layak dikonsumsi saat waktu berbuka tiba.

Sementara itu, di sekolah-sekolah yang mayoritas siswanya tidak berpuasa, penyaluran MBG berjalan normal tanpa perubahan. Para murid tetap menerima dan mengonsumsi makanan gratis di sekolah sebagaimana hari-hari biasa.

Skema berbeda juga diterapkan untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Dalam ajaran Islam, kelompok ini termasuk yang diperbolehkan tidak berpuasa, sehingga distribusi MBG bagi mereka tetap berlangsung seperti biasa. Pemerintah memastikan kebutuhan gizi kelompok rentan ini tetap terpenuhi selama Ramadan.

Adapun untuk pesantren dan sekolah berasrama, penyaluran dilakukan dengan penyesuaian waktu. Makanan dimasak pada siang hari dan dibagikan menjelang berbuka agar dapat langsung disantap para santri. Dengan cara ini, program tetap berjalan tanpa mengganggu pelaksanaan ibadah puasa.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, sebelumnya juga menegaskan bahwa MBG tidak dihentikan selama Ramadan, melainkan hanya disesuaikan. “Untuk muslim yang berpuasa diberi makanan kering. Sekolah-sekolah yang tidak berpuasa, seperti biasa,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, pada Kamis (29/1/2026).

Ia menambahkan, pada dasarnya yang berubah hanya waktu distribusi dan jenis menu di sekolah tertentu. “Hanya geser waktu. Hanya SMA umum yang muslim itu ganti makanan kering. Lain-lainnya tetap,” katanya.

BGN menyebutkan pola ini tidak jauh berbeda dengan mekanisme yang diterapkan pada Ramadan tahun sebelumnya. Dengan berbagai penyesuaian tersebut, pemerintah berharap program MBG tetap mampu menjaga asupan gizi anak-anak sekolah dan kelompok rentan, sekaligus menghormati kekhusyukan umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa.***

About Author

Anggie Baeduri Aulia

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *