Leuhang, Sauna Tradisional Sunda dengan Kekayaan Khasiat Rempah
INFO BANDUNG BARAT — Sauna telah lama dikenal sebagai gaya hidup modern yang tersedia di hampir setiap pusat kebugaran. Namun, jauh sebelum tren ini populer, masyarakat Sunda telah memiliki tradisi serupa yang diwariskan secara turun-temurun, yaitu leuhang. Berbeda dengan sauna modern yang hanya mengandalkan uap air bersuhu tinggi, leuhang merupakan metode mandi uap yang menggunakan ramuan aneka dedaunan dan rempah-rempah berkhasiat.
Dalam Kamus Umum Basa Sunda yang disusun oleh Panitia Kamus Lembaga Basa & Sastra Sunda, leuhang didefinisikan sebagai air rebusan dedaunan yang mengandung zat berkhasiat untuk pengobatan, terutama penyakit kulit dan keluhan kesehatan lainnya. Praktik ini memanfaatkan potensi tumbuhan di lingkungan sekitar untuk proses detoksifikasi, menjaga kebugaran, serta menyembuhkan berbagai penyakit melalui uap air atau bilasan air rebusannya.
Bahan Alami dan Ritual Leuhang
Bahan-bahan yang digunakan dalam tradisi leuhang sangat mudah ditemukan di pekarangan rumah, di antaranya daun sirsak, kayu manis, cengkih, salam, sirih, alpukat, serai, kecombrang, pandan, hingga daun jeruk. Keseluruhan bahan tersebut direbus dalam panci berisi air hingga mengeluarkan aroma rempah yang pekat.
Proses pelaksanaannya pun cukup sederhana namun sarat makna. Air rebusan dipindahkan ke dalam wadah atau baskom, kemudian diletakkan di lantai. Seseorang yang hendak menjalani terapi akan duduk di bangku pendek di depan wadah tersebut, lalu menutup tubuhnya dengan kain sarung dan selimut hingga uap panas menyelimuti seluruh bagian tubuhnya. Setelah tubuh berkeringat dan merasa cukup, sisa air rebusan tersebut juga sering digunakan sebagai air bilasan untuk mandi.
Warisan Budaya yang Teruji Aman
Praktik pengobatan herbal ini merupakan bukti kedekatan masyarakat Sunda dengan alam. Peneliti Iskandar dalam studinya mencatat bahwa masyarakat Sunda masa silam memiliki pengetahuan mendalam mengenai penggunaan ramuan tumbuhan. Pengobatan ini tumbuh selaras dengan budaya setempat, di mana manfaatnya telah teruji secara turun-temurun selama bergenerasi tanpa menimbulkan efek samping yang membahayakan kesehatan.
Jika dibandingkan dengan sauna modern, leuhang memiliki keunggulan pada kandungan aroma rempah alami yang memberikan efek relaksasi sekaligus manfaat terapeutik bagi kesehatan. Uap yang dihasilkan dari rebusan rempah-rempah tersebut diyakini mampu mengeluarkan racun dari tubuh melalui pori-pori kulit.
Bagi etnis Sunda, leuhang bukan sekadar tren kesehatan, melainkan artefak budaya yang usianya mungkin setua keberadaan etnis itu sendiri. Melestarikan tradisi leuhang berarti menjaga kearifan lokal yang mengajarkan kita untuk kembali pada alam dalam merawat kesehatan tubuh dan jiwa.