Mengulas Bahaya Pemakuan Pohon di Balik Ancaman Pohon Tumbang
INFO BANDUNG BARAT — Musim hujan yang mengguyur wilayah Indonesia belakangan ini tidak hanya membawa kesegaran, tetapi juga menghadirkan ancaman nyata berupa risiko pohon tumbang. Di wilayah Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi, fenomena pohon tumbang di sepanjang jalan protokol belakangan ini cukup menyita perhatian publik. Meskipun faktor cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan angin kencang sering dianggap sebagai penyebab utama, terdapat indikasi lain yang memperburuk kondisi fisik pohon. Salah satunya adalah praktik pemakuan dan pemasangan atribut promosi seperti baliho pada batang pohon.
Pemandangan pepohonan yang “diserang” oleh benda asing sudah menjadi hal yang jamak ditemukan di ruang publik. Paku, sekrup, kawat, hingga tali yang dipasang untuk keperluan komersial maupun administratif sering kali dibiarkan menancap hingga menyatu dengan badan pohon. Tanpa disadari, tindakan yang tampak sepele ini memiliki dampak fatal terhadap ketahanan struktur pohon dalam jangka panjang.
Dampak Fisiologis dan Biologis Akibat Benda Asing
Setiap pohon memiliki kapasitas adaptasi yang berbeda terhadap intervensi benda asing. Namun, secara umum, kehadiran logam dan benda asing yang tertanam di dalam batang dapat mengganggu proses fisik serta biologis tanaman. Pemakuan menyebabkan proses kompartementalisasi pada pohon terganggu, yang pada akhirnya memengaruhi fisiologi tanaman secara keseluruhan.
Lebih lanjut, paku dan benda logam lainnya merusak tekstur kayu serta menurunkan kekuatan struktur batang secara signifikan. Ketika kulit kayu yang berfungsi sebagai pelindung utama atau tameng bagi batang pohon terluka, maka akan muncul celah bagi infeksi jamur dan bakteri. Lubang-lubang bekas paku menjadi pintu masuk bagi hama dan penyakit yang secara perlahan akan membusukkan kayu dari dalam. Padahal, batang merupakan pusat pertumbuhan yang sentral bagi kelangsungan hidup pohon.
Pemakuan sebagai Faktor Pemicu Kerentanan Pohon Tumbang
Kerusakan struktural akibat pemakuan berkali-kali ini membuat pohon menjadi jauh lebih rapuh dibandingkan pohon yang sehat. Dalam jangka panjang, pohon-pohon yang telah melemah akibat logam dan lilitan kawat yang tertanam di tubuhnya akan kehilangan stabilitas. Ketika menghadapi beban angin kencang atau curah hujan tinggi, pohon dengan struktur batang yang lapuk akibat infeksi tentu akan jauh lebih mudah tumbang.
Oleh karena itu, fenomena ini tidak boleh dipandang sebelah mata. Diperlukan kesadaran kolektif dari berbagai pihak, baik penyelenggara reklame maupun masyarakat, untuk menghentikan praktik pemasangan atribut pada pohon. Selain demi estetika kota, menjaga kesehatan pohon adalah langkah krusial dalam mitigasi bencana pohon tumbang yang mengancam keselamatan warga di ruang publik.