Wamendagri Pastikan Penanganan Longsor Pasirlangu Terus Berjalan Meski Medan Rawan
INFO BANDUNG BARAT — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya menyampaikan pembaruan data korban bencana tanah longsor yang melanda Kampung Pasirkuning dan Kampung Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Hingga hari ini, total 113 warga tercatat menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
“Data hari ini, dari 113 korban, tercatat 9 orang meninggal dunia, kemudian 79 orang masih belum ditemukan,” ujar Bima Arya saat meninjau lokasi bencana.
Bima Arya mengatakan, operasi pencarian sementara dihentikan karena kondisi medan dinilai tidak memungkinkan dan masih rawan longsor susulan. Operasi SAR direncanakan akan dilanjutkan kembali pada besok pagi pukul 07.00 WIB, dengan mempertimbangkan keselamatan seluruh petugas di lapangan.
“Pencarian dihentikan dulu karena medannya tidak memungkinkan, masih rawan. Akan dimulai kembali besok pagi jam tujuh,” katanya.
Dalam keterangannya, Bima Arya juga mengapresiasi langkah cepat Gubernur Jawa Barat yang mengambil inisiatif untuk mencegah penumpukan pengungsi di lokasi bencana. Menurutnya, warga terdampak dibagi ke dalam dua kategori, yakni warga yang rumahnya tertimbun longsor dan warga yang rumahnya masih berdiri namun berada di zona rawan.
“Pak Gubernur mengambil langkah cepat supaya tidak ada pengungsian di sini. Warga diberikan insentif untuk hunian sementara selama sekitar dua bulan,” ujarnya.
Ia memastikan pemerintah pusat dan daerah akan terus berkoordinasi untuk memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan hunian sementara. Apabila masih terdapat warga yang belum memperoleh tempat tinggal pengganti, pemerintah akan menanganinya langsung di lokasi.
“Kami akan memastikan berkoordinasi terus dengan Pak Bupati. Jika masih ada warga yang belum mendapatkan hunian sementara, tentu akan ditangani di lokasi ini, termasuk kebutuhan logistik dan obat-obatan,” tegasnya.
Selain persoalan hunian, Bima Arya menekankan pentingnya antisipasi cuaca ekstrem yang masih berpotensi menghambat proses pencarian. Ia menyebut pemerintah akan melakukan modifikasi cuaca yang dipusatkan di wilayah terdampak agar kondisi lebih kondusif untuk operasi evakuasi.
“Kami mendapatkan laporan dari Pak Gubernur bahwa modifikasi cuaca akan dilakukan berpusat di daerah ini agar evakuasi bisa berjalan lebih aman,” katanya.
Bima Arya menambahkan, kehadirannya di lokasi merupakan bagian dari arahan langsung pemerintah pusat. Ia mengaku diminta oleh Menteri dan Presiden untuk memastikan koordinasi cepat penanganan pascabencana, baik dalam operasi pencarian korban maupun pemenuhan kebutuhan keluarga terdampak.
“Saya diminta memastikan koordinasi cepat penanganan pascabencana, sambil memberikan atensi penuh kepada warga yang terdampak, tentu dengan tetap waspada terhadap kondisi cuaca,” pungkasnya.
Hingga saat ini, aparat gabungan masih bersiaga di lokasi bencana sambil menunggu kondisi medan dan cuaca memungkinkan untuk melanjutkan operasi pencarian korban longsor.***