38°C
16/04/2026
Lifestyle

Bernostalgia dengan Camilan Gratis dari Alam yang Kini Mulai Langka

  • Februari 21, 2026
  • 2 min read
Bernostalgia dengan Camilan Gratis dari Alam yang Kini Mulai Langka

INFO BANDUNG BARAT — Bagi banyak orang, masa kecil identik dengan petualangan di alam terbuka. Tanpa perlu merogoh kocek ke toko swalayan, alam telah menyediakan berbagai “camilan gratis” yang selalu membuat hari-hari terasa seru. Mulai dari berburu rasa manis, mengetes kematangan, hingga tertawa bersama teman saat mendapatkan buah yang luar biasa asam.

Salah satu yang paling sering diburu adalah juwet atau jamblang. Buah kecil berwarna ungu gelap ini rasanya manis agak sepat dan sering meninggalkan noda ungu di lidah. Mengumpulkan juwet liar bersama teman menjadi momen petualangan yang tak terlupakan.

Tak jauh dari situ, ada kersen, si buah merah mungil yang manisnya pas. Hampir di setiap tikungan jalan atau pekarangan rumah, pohon kersen selalu siap dipetik saat matang. Rasanya yang manis dan pohonnya yang rindang sering kali menjadi tempat “nongkrong” favorit anak-anak zaman dulu.

Ada juga ciplukan, si kecil yang bersembunyi di balik kelopak mirip kantong. Rasanya manis dengan sedikit sentuhan asam yang segar. Dulu, ia tumbuh liar di semak-semak. Kini, ciplukan justru naik kelas menjadi buah bernilai tinggi di supermarket.

Meski pohonnya lebih dikenal karena daunnya yang harum untuk memasak, buah salam atau manting yang kecil dan berwarna hitam ternyata juga bisa dimakan. Rasanya manis dengan sedikit sepat, menjadikannya camilan unik yang sering diburu anak-anak saat bermain di kebun.

Jika ingin sensasi lebih menantang, cerme dan asam jawa tak pernah absen. Cerme yang bulat kecil menawarkan rasa asam segar yang kuat, lebih nikmat jika ditabur sedikit garam. Sementara asam jawa dengan daging buahnya yang lengket menghadirkan perpaduan asam-manis yang bikin ketagihan, bahkan sebelum diolah menjadi permen tradisional.

Di beberapa daerah, anak-anak juga mengenal trenggulun, buah liar berwarna ungu dengan rasa unik, sedikit manis dan renyah saat matang. Tidak semua orang pernah mencicipinya, tetapi yang pernah pasti sulit melupakannya.

Kini, mungkin buah-buah itu tidak lagi mudah ditemui seperti dahulu. Namun, kenangannya tetap tinggal: sore yang panjang, tawa lepas, dan rasa asam-manis yang menjadi bagian cerita masa kecil. Dari semua “camilan gratis” itu, mana yang paling membuatmu rindu untuk mencicipinya kembali?***

About Author

Anggie Baeduri Aulia

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *