38°C
16/04/2026
Kriminal

Viral Dugaan Pelecehan Balita 3 Tahun di Bandung Barat, Keluarga Tuntut Keadilan

  • April 16, 2026
  • 2 min read
Viral Dugaan Pelecehan Balita 3 Tahun di Bandung Barat, Keluarga Tuntut Keadilan

INFO BANDUNG BARAT — Sebuah video yang memperlihatkan seorang ibu mengadu kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, viral di media sosial pada 14 April 2026. Dalam rekaman tersebut, seorang ibu asal Sariwangi, Kabupaten Bandung Barat, menyampaikan kondisi anaknya yang diduga menjadi korban pelecehan serta mengalami gangguan kesehatan serius.

Dalam video yang diunggah ulang melalui akun Instagram Dedi Mulyadi, ibu tersebut mengungkapkan bahwa anaknya yang masih berusia tiga tahun, berinisial OJ, terus mengalami kesakitan bahkan hingga mengalami pendarahan. Ia mengaku telah berupaya mencari pengobatan ke berbagai fasilitas kesehatan, namun kondisi anaknya belum menunjukkan perbaikan.

“Assalamualaikum Pak Dedi Mulyadi, anak saya sakit terus. Saya sudah ke mana-mana, ke rumah sakit sudah. Anak saya sakit terus. Mohon bantuannya, Pak,” ujarnya dalam video tersebut.

Melalui pengaduan itu, ia berharap adanya perhatian serius dari pemerintah serta tindakan tegas terhadap terduga pelaku yang disebut sempat bebas. Ia juga meminta agar kasus tersebut segera ditangani secara menyeluruh.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan respons cepat. Melalui media sosial pribadinya, ia menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat langsung memberikan pendampingan, baik secara psikologis maupun hukum, guna mempercepat penanganan kasus.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Bidang PPPA DPPKBPPPA Kabupaten Bandung Barat, Makhatir Muhammad, membenarkan adanya laporan dugaan kekerasan seksual yang telah diterima sejak 9 Oktober 2025. Laporan tersebut diajukan oleh kerabat korban berinisial C (47), warga Kecamatan Parongpong. Selama ini, korban diketahui diasuh oleh kerabat tersebut karena ibu kandungnya telah meninggal dunia.

Menurut Makhatir, terduga pelaku merupakan orang yang dikenal dekat oleh keluarga korban, sehingga memiliki akses terhadap anak tersebut. Hasil pemeriksaan medis awal juga menunjukkan adanya indikasi yang mengarah pada dugaan kekerasan seksual, yang kemudian dilaporkan kepada aparat penegak hukum.

“Pendampingan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari aspek medis, psikologis, hingga hukum, agar korban mendapatkan perlindungan maksimal,” ujarnya.

Dari sisi penegakan hukum, kepolisian memastikan bahwa proses hukum telah berjalan. Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat, menyatakan bahwa perkara dengan terduga pelaku Wahyudin alias Wahyu kini telah memasuki tahap persidangan.

“Kasus ini sudah diproses sejak laporan pertama pada Oktober 2025. Saat ini tinggal menunggu putusan dari pengadilan,” jelasnya.

Kasus ini kembali menjadi perhatian publik sekaligus menegaskan pentingnya perlindungan anak dari segala bentuk kekerasan. Selain penanganan hukum, dukungan psikologis dan sosial bagi korban juga menjadi langkah krusial agar proses pemulihan dapat berjalan optimal.

About Author

Anggie Baeduri Aulia

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *