38°C
16/04/2026
Bhineka Lifestyle

Lebih dari Sekadar Puasa, Inilah Sederet Momen Paling Ditunggu saat Ramadan

  • Februari 21, 2026
  • 2 min read
Lebih dari Sekadar Puasa, Inilah Sederet Momen Paling Ditunggu saat Ramadan

INFO BANDUNG BARAT — Bulan Ramadan di Indonesia bukan sekadar kewajiban menahan lapar dan dahaga, melainkan fenomena sosial dan kultural yang selalu dirindukan. Setiap tahunnya, bulan suci ini menghadirkan suasana khas yang menyatukan masyarakat dalam kebersamaan dan semangat spiritual.

Menjelang berbuka, tradisi ngabuburit menjadi paling hidup. Istilah “ngabuburit” telah menjadi budaya nasional, ketika masyarakat keluar rumah untuk sekadar berjalan-jalan atau mencari takjil. Pasar kaget yang menjajakan kolak, gorengan, hingga es buah muncul di setiap sudut jalan, menciptakan suasana keramaian yang hanya ada setahun sekali.

Bagi para pelajar, bulan puasa identik dengan pesantren kilat (sanlat). Kegiatan ini menjadi momen yang dinanti karena memberikan jeda dari rutinitas pelajaran formal. Di sini, siswa diajak memperdalam ilmu agama, seperti tadarus Al-Qur’an, praktik ibadah, hingga mendengarkan ceramah.

Ramadan sering kali menjadi ajang reuni. Agenda buka puasa bersama atau “bukber” menjadi momen yang sangat dinanti untuk menyambung kembali silaturahmi dengan teman sekolah, rekan kerja, hingga keluarga besar yang jarang ditemui.

Malam hari di bulan Ramadan memiliki atmosfer yang berbeda berkat ibadah salat Tarawih. Suara tadarus Al-Qur’an dari pengeras suara masjid dan pemandangan saf yang rapat memberikan ketenangan batin tersendiri.

Memasuki sepuluh hari terakhir, hadir Malam Lailatulqadar yang disebut lebih baik dari seribu bulan. Momen ini memicu semangat umat untuk melakukan iktikaf (berdiam diri di masjid) demi mendapatkan keberkahan maksimal.

Setelah sebulan penuh berpuasa, malam takbiran menjadi puncak euforia. Gema takbir yang bersahutan dari masjid-masjid menandai datangnya hari kemenangan Idulfitri. Di berbagai daerah, momen ini dirayakan dengan pawai obor, takbir keliling, hingga pemasangan lampu tradisional seperti Tumbilotohe di Gorontalo.

Menjelang akhir bulan, suasana bergeser ke persiapan menyambut hari raya. Pencairan THR (Tunjangan Hari Raya), belanja baju baru, hingga persiapan mudik ke kampung halaman menjadi tradisi tahunan yang penuh perjuangan sekaligus membahagiakan.

Bulan puasa di Indonesia merupakan perpaduan antara ketaatan spiritual dan kekayaan tradisi. Setiap momennya membawa pesan kebersamaan yang mempererat hubungan antarsesama. Tak heran jika kehadiran bulan suci ini selalu disambut dengan sukacita. Jadi, di antara semua momen ini, mana yang paling kamu tunggu saat Ramadan?***

About Author

Anggie Baeduri Aulia

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *