38°C
11/06/2026
Budaya

Bringbrung, Warisan Seni Religius di Tengah Modernitas Bandung

  • April 9, 2026
  • 2 min read
Bringbrung, Warisan Seni Religius di Tengah Modernitas Bandung

INFO BANDUNG BARAT — Di tengah modernitas Kota Bandung, tepatnya di Kelurahan Ledeng, Kecamatan Cidadap, masih berdenyut sebuah warisan budaya yang sarat nilai religius. Bringbrung, demikian masyarakat menyebutnya, bukan sekadar pertunjukan musik biasa, melainkan identitas seni buhun (tua) yang mempertemukan budaya Sunda dengan nilai-nilai Islam.

Bringbrung merupakan kesenian tradisional berupa permainan musik rebana yang berkembang di wilayah Bandung dan sekitarnya. Kesenian ini menghadirkan tabuhan rebana yang ritmis, diiringi lantunan selawat, puji-pujian, serta syair keagamaan. Dalam penyajiannya, Bringbrung dimainkan secara berkelompok dan menjadi bagian penting dari tradisi seni Islam di Jawa Barat.

Nama “Bringbrung” berasal dari bunyi alat musik yang dimainkan. Kata bring menggambarkan suara tabuhan yang ramai dan serempak, sedangkan brung merujuk pada bunyi penutup yang kuat dan mantap. Dahulu, kesenian ini lebih dikenal dengan nama seni terebang sebelum akhirnya populer dengan sebutan Bringbrung.

Sejarah Bringbrung tidak terlepas dari tradisi dakwah Islam di tanah Sunda. Pada masa lalu, para mubalig menggunakan rebana sebagai media penyebaran ajaran agama dengan pendekatan seni yang lebih mudah diterima masyarakat. Seiring waktu, kesenian ini berkembang menjadi bagian dari aktivitas sosial dan keagamaan masyarakat kampung, khususnya di wilayah Bandung.

Dalam pertunjukannya, Bringbrung menggunakan beberapa rebana dengan ukuran berbeda yang dimainkan secara kompak. Pola tabuhan yang dinamis berpadu dengan vokal berbalas atau pembacaan syair pujian. Para pemain biasanya duduk berjajar atau melingkar, menciptakan suasana yang khidmat, hangat, dan komunikatif.

Lebih dari sekadar hiburan, Bringbrung memiliki fungsi sebagai sarana syiar agama, hiburan religius, sekaligus pengikat solidaritas sosial. Kesenian ini mencerminkan perpaduan harmonis antara budaya Sunda dan nilai-nilai Islam, sehingga menjadi identitas khas masyarakat setempat.

Dalam penelitian Dedi Warsana (2020), Bringbrung disebut sebagai salah satu seni tradisional yang diwariskan secara turun-temurun di Kelurahan Ledeng, Kecamatan Cidadap. Kesenian ini lahir dari pengaruh kuat budaya Islam, sejalan dengan mayoritas masyarakat setempat yang beragama Islam. Para pelaku seni meyakini bahwa Bringbrung merupakan warisan para sesepuh yang berkembang dari seni terebang.

Meskipun asal-usul pasti seni terebang belum diketahui secara jelas, beberapa sumber menyebutkan bahwa kesenian ini dibawa oleh para kiai dari Cirebon sebagai media dakwah. Dengan pendekatan seni musik yang sederhana namun menyentuh, metode ini terbukti efektif dalam menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat pada masa itu.

Hingga kini, Bringbrung tetap lestari sebagai bagian dari kehidupan masyarakat. Di tengah arus modernisasi, kesenian ini menjadi pengingat bahwa tradisi dan nilai religius dapat terus hidup berdampingan dengan perkembangan zaman serta memperkuat jati diri budaya lokal.

About Author

Anggie Baeduri Aulia

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *