Atasi Krisis Sampah Puluhan Tahun, KDM Teken Kesepakatan Strategis PSEL di Jawa Barat
INFO BANDUNG BARAT — Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi memulai transformasi besar dalam sistem penanganan limbah perkotaan melalui penerapan teknologi ramah lingkungan. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bersama jajaran kepala daerah tingkat kabupaten dan kota melakukan penandatanganan kesepakatan bersama mengenai pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Langkah ini diambil sebagai strategi jangka panjang untuk mengubah beban lingkungan menjadi sumber energi terbarukan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Pembangunan fasilitas modern ini akan difokuskan di dua lokasi utama yang selama ini menjadi jantung pembuangan sampah di Jawa Barat, yakni TPA Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat dan Kelurahan Kayumanis di Kota Bogor. Kehadiran PSEL di Sarimukti diproyeksikan mampu menyerap beban sampah dari wilayah aglomerasi Bandung Raya yang mencakup Kota Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Bandung Barat, serta didukung wilayah penyangga seperti Cianjur dan Purwakarta. Sementara itu, fasilitas di Kayumanis akan menjadi solusi terpadu bagi persoalan sampah yang dihadapi oleh Kota Bogor dan Kota Depok.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan bahwa kesepakatan ini merupakan tindak lanjut nyata dari visi besar pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. “Atas arahan Pak Presiden kita bisa menyelesaikan sebuah problem akut yang terjadi berpuluh-puluh tahun dengan menghabiskan anggaran yang sangat banyak,” ujar sosok yang akrab disapa KDM tersebut saat memberikan sambutan di Plaza Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (7/4/2026).
KDM menekankan bahwa pemilihan teknologi PSEL ini bukanlah keputusan yang diambil secara terburu-buru, melainkan hasil dari riset mendalam. Ia menyebutkan bahwa pemerintah telah melakukan berbagai kajian teknis, termasuk mempelajari keberhasilan pengelolaan sampah di negara-negara maju seperti Jepang, Cina, dan Jerman. Menurutnya, sudah saatnya Jawa Barat meninggalkan metode pembuangan konvensional yang cenderung merusak ekosistem dan menguras biaya pemeliharaan yang tidak sedikit setiap tahunnya.
Ke depannya, operasional fasilitas ini akan melibatkan institusi pengelola investasi negara untuk memastikan keberlanjutan proyek dari sisi finansial dan teknis. “Saya memandang bahwa Sarimukti adalah tempat yang ideal untuk mengelola sampah menjadi energi listrik. Dan kita semuanya hari ini sudah bersepakat nanti akan dikelola oleh Danantara dan kedepannya tugas kita itu di kabupaten kota,” jelas KDM saat memaparkan skema kerja sama di hadapan para kepala daerah.
Sejalan dengan semangat tersebut, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, memberikan dukungan penuh terhadap akselerasi yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini memiliki payung hukum yang kuat melalui regulasi terbaru mengenai pengolahan sampah nasional. “Bapak Presiden melalui Peraturan Presiden Nomor 109 tahun 2025 tentang pengolahan sampah menjadi energi listrik telah menggariskan bahwa kota-kota atau aglomerasi kota-kota yang timbunan sampahnya melebihi seribu ton per hari diselesaikan melalui pendekatan teknologi waste to energy,” tegas Hanif.
Hanif juga memuji respons cepat dari para bupati dan wali kota di Jawa Barat yang bersedia bersinergi meninggalkan ego sektoral demi kepentingan lingkungan regional. Baginya, komitmen yang ditunjukkan hari ini merupakan bukti bahwa pemerintah daerah siap menjalankan mandat pusat dalam menuntaskan krisis lingkungan. Ia berharap setelah seremoni penandatanganan ini, seluruh kepala daerah segera bergerak cepat melengkapi dokumen administratif agar proses konstruksi fisik dapat segera dimulai di lapangan.
Sebagai penutup, Menteri Lingkungan Hidup mengingatkan bahwa keberhasilan proyek PSEL ini akan menjadi barometer bagi wilayah lain di Indonesia dalam menangani masalah sampah perkotaan yang kian kompleks. Pihaknya berjanji akan terus mengawal jalannya proyek ini hingga benar-benar beroperasi dan menghasilkan energi. “Kesepakatan ini akan menjadi semangat semua bahwa penyelesaian sampah ini benar-benar mendapat perhatian serius dari Presiden,” pungkas Hanif optimis.