Digitalisasi Parkir Makin Nyata di Bandung Barat Lewat Kehadiran Om Juki
INFO BANDUNG BARAT–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat resmi meluncurkan program Digitalisasi Retribusi Daerah sebagai terobosan untuk meningkatkan pelayanan publik sekaligus mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD).
Inovasi ini diwujudkan melalui penerapan pembayaran retribusi parkir non-tunai berbasis QRIS yang terintegrasi dalam aplikasi Om Juki (Optimalisasi Manajemen Juru Parkir).
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menyebut digitalisasi ini sebagai jawaban atas kebutuhan zaman dan tuntutan masyarakat akan layanan yang cepat, mudah, serta transparan.
“Hadirnya sistem pembayaran retribusi parkir non-tunai berbasis QRIS melalui aplikasi Om Juki adalah jawaban atas kebutuhan zaman. Tujuannya jelas, agar pelayanan semakin efisien, transparan, dan memberi kenyamanan bagi masyarakat,” ujar Jeje dalam keterangannya, Rabu (13/8/2025).

Menurutnya, penerapan sistem ini juga didukung sinergi dengan Bank BJB yang memiliki visi sama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui optimalisasi PAD.
Bayar Parkir Kini Cukup dengan QRIS
Dengan aplikasi Om Juki, masyarakat dapat membayar parkir menggunakan dompet digital atau mobile banking tanpa harus membawa uang tunai. Seluruh transaksi akan langsung terhubung secara real time ke pusat data Dinas Perhubungan (Dishub) KBB.
Selain memudahkan monitoring, sistem ini juga diyakini mampu menekan potensi kebocoran pendapatan daerah.
Kesiapan SDM Jadi Fokus
Selain kesiapan teknologi, Pemkab Bandung Barat juga memperhatikan kesiapan sumber daya manusia. Para juru parkir telah mendapatkan pelatihan khusus untuk mengoperasikan aplikasi, sementara masyarakat diberikan edukasi agar terbiasa dengan sistem pembayaran non-tunai.
Menuju Zero Illegal Parking
Kepala Dishub KBB, Fauzan Azima, menegaskan bahwa Om Juki tidak hanya menghadirkan kemudahan bagi masyarakat, tetapi juga mendukung tata kelola parkir yang tertib dan akuntabel.
“Om Juki memudahkan pembayaran parkir, memungkinkan monitoring secara real time, mengawasi kinerja juru parkir, sekaligus mewujudkan program zero illegal parking,” jelas Fauzan
Ia berharap aplikasi ini dapat memberikan manfaat luas, baik dalam transparansi pengelolaan maupun peningkatan PAD parkir, serta menjadi langkah nyata dalam menghapus praktik parkir liar di Bandung Barat.*** Diskominfotik.