Jejak Sejarah “Gedong Luhur” di SMPN 1 Lembang
INFO BANDUNG BARAT — SMP Negeri 1 Lembang bukan sekadar institusi pendidikan biasa. Terdapat sebuah bangunan kokoh yang oleh warga lama dikenal dengan sebutan “Gedong Luhur”, sebuah nama yang merujuk pada posisinya yang menjulang di atas bukit dan berdiri lebih tinggi dari bangunan-bangunan di sekitarnya. Sekolah ini menyimpan sejarah panjang yang bermula jauh sebelum Indonesia merdeka, menjadikannya salah satu ikon sejarah di Kabupaten Bandung Barat.
Jauh sebelum riuh suara siswa terdengar di lorong-lorongnya, gedung ini merupakan rumah mewah milik keluarga Belanda. Pada masa kolonial, kawasan pegunungan Lembang memang menjadi primadona bagi warga Eropa untuk membangun hunian. Namun, kedamaian itu terusik saat bayang-bayang Perang Dunia II mulai mendekat. Pemilik rumah tersebut terpaksa meninggalkan seluruh asetnya dan pulang ke Belanda demi menyelamatkan diri, membiarkan kemegahan rumah itu kosong tanpa penghuni.
Kekosongan tersebut tidak bertahan lama. Saat Jepang menguasai Hindia Belanda, gedung ini beralih fungsi menjadi markas bagi para perwira angkatan laut Jepang. Bahkan setelah proklamasi kemerdekaan dikumandangkan, gedung ini masih menyandang fungsi militer sebagai tangsi atau asrama. Barulah pada tahun 1965 babak baru dimulai. Bangunan ini resmi membuka pintunya bagi dunia pendidikan, awalnya sebagai SMP PGRI sebelum akhirnya bertransformasi menjadi SMP Negeri 1 Lembang.
Nilai sejarah yang melekat pada bangunan ini, dengan arsitektur kolonialnya, masih terjaga. Hal tersebut terlihat dari jendela-jendela besar, langit-langit tinggi, serta struktur bangunan yang kokoh dan lapang. Posisi gedung yang menjulang di atas bukit semakin menegaskan karakter khasnya.
Kini, SMPN 1 Lembang tidak hanya dikenal sebagai salah satu sekolah negeri favorit di kawasan Lembang, tetapi juga sebagai bangunan bersejarah yang menjadi saksi perjalanan panjang dari masa kolonial, pendudukan Jepang, hingga era kemerdekaan. Gedung yang dahulu menjadi simbol hunian elite dan sempat beralih fungsi sebagai fasilitas militer kini bertransformasi menjadi ruang pendidikan yang mencerdaskan generasi demi generasi.***