Savoring: Seni Menikmati Momen di Tengah Kesibukan
INFO BANDUNG BARAT — Di tengah dunia yang bergerak semakin cepat, berbagai peristiwa dapat terjadi hanya dalam hitungan jam. Arus informasi yang datang tanpa henti, sebagian besar berisi kabar negatif, kerap menyita perhatian dan energi. Akibatnya, banyak orang merasa sulit untuk fokus dan menikmati kebahagiaan yang hadir, meskipun hanya sesaat. Kondisi tersebut sering memunculkan rasa lelah, tertekan, dan jenuh dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Dalam situasi seperti ini, diperlukan kesadaran untuk memperlambat ritme kehidupan. Bukan dengan menghentikan aktivitas, melainkan dengan mulai memerhatikan hal-hal kecil yang kerap terabaikan. Kesadaran tersebut membantu seseorang hadir secara utuh dalam setiap momen yang dijalani.
Ketika sedang bepergian, misalnya, selalu ada pengalaman baru yang dapat ditemukan. Cuaca yang lebih cerah dibanding hari sebelumnya, suasana jalan yang berbeda, atau pertemuan singkat dengan orang yang bersikap ramah dapat menjadi sumber pengalaman positif. Perjalanan sering menghadirkan momen sederhana yang bermakna, terutama ketika seseorang memilih memusatkan perhatian pada hal-hal baik yang terjadi.
Dalam kehidupan sehari-hari, tidak semua hal berjalan sesuai harapan. Hambatan dan kejadian yang kurang menyenangkan merupakan bagian dari kehidupan. Namun, hal tersebut tidak harus menjadi pusat perhatian. Mengalihkan fokus pada kebaikan kecil yang diperoleh setiap hari serta menghargai setiap peristiwa yang dialami dapat membantu menciptakan perasaan lebih tenang dan seimbang.
Contoh-contoh tersebut merupakan praktik yang dikenal sebagai savoring, salah satu pendekatan dalam psikologi positif. Savoring adalah kemampuan untuk memerhatikan, menghargai, dan menikmati pengalaman sederhana secara sadar pada saat ini. Konsep ini menekankan pentingnya kehadiran penuh dalam momen yang sedang dijalani, tanpa terburu-buru beralih ke hal lain.
Menurut jurnal The Role of Positive Emotions in Positive Psychology (2001) karya Barbara L. Fredrickson, savoring merupakan konsep penting dalam psikologi positif yang berperan dalam memperkuat karakter individu, meningkatkan pengalaman positif, serta membangun ketahanan dan kepuasan hidup. Temuan lain yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Psychology (2022) menunjukkan bahwa latihan savoring dapat meningkatkan kesejahteraan emosional, mengurangi tingkat stres, serta memperkuat hubungan sosial.
Savoring dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari tanpa memerlukan perubahan besar. Cukup dengan kemauan untuk memperlambat tempo dan meningkatkan kesadaran terhadap pengalaman yang sedang dialami. Beberapa teknik savoring yang dapat diterapkan antara lain berbagi kebahagiaan dengan orang lain, membangun memori mental atas momen menyenangkan, mempertajam pancaindra, mengekspresikan kebahagiaan secara fisik, serta menghindari pola pikir yang menghambat kebahagiaan.
Pada akhirnya, kebahagiaan tidak selalu berasal dari peristiwa besar atau pencapaian luar biasa. Sering kali, kebahagiaan hadir melalui hal-hal kecil yang luput dari perhatian. Melalui praktik savoring, seseorang diajak memahami bahwa kehidupan bukan hanya tentang seberapa cepat mencapai tujuan, tetapi juga tentang bagaimana menikmati setiap proses yang dijalani.
Sebagaimana dikemukakan Fred B. Bryant dan Joseph Veroff dalam Savoring: A New Model of Positive Experience, waktu akan terasa berjalan lebih lambat ketika seseorang menyadari bahwa.***
Penulis: Anggie Baeduri Aulia R
Editor: Ayu Diah Nur’azizah