Longsor Terjang Pemukiman di Lembang, 4 Rumah Rusak Berat

Tembok Penahan Tanah (TPT) ambruk tergerus longsor hingga menutup jalan gang dan rumah warga. Foto: Dwi Ari Fujianto
INFO BANDUNG BARAT — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Lembang sejak Kamis (15/5/2025) malam memicu bencana tanah longsor di kawasan permukiman warga. Peristiwa tersebut terjadi di Kampung Pencut, RT 02 RW 07, Desa Lembang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, pada Jumat (16/5/2025) sekitar pukul 04.00 WIB.Bencana ini menyebabkan empat rumah warga mengalami rusak berat, sementara akses jalan gang di lokasi kejadian tertutup total oleh material longsor.
Analisis Penyebab dan Dampak Bencana
Berdasarkan hasil asesmen di lapangan oleh petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat, Suheri, longsor dipicu oleh runtuhnya struktur Tembok Penahan Tanah (TPT) milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Struktur tersebut diduga tidak mampu menahan beban air hujan yang tinggi, sehingga material tanah dan bangunan menimpa permukiman padat warga yang berada tepat di bawahnya.
Peristiwa ini berdampak pada 17 jiwa dari empat kepala keluarga. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, meskipun satu orang dilaporkan mengalami luka ringan. Selain kerugian materiil bangunan, satu ekor ternak sapi milik warga juga dilaporkan mati akibat tertimbun material longsor.
“Proses evakuasi segera dilakukan dan warga terdampak kini mengungsi ke kediaman kerabat terdekat. Saat ini, kebutuhan mendesak yang diperlukan meliputi bantuan logistik, terpal, serta karung untuk penanganan darurat di lokasi,” ujar Suheri.
Langkah Koordinasi Penanganan
Pemerintah desa dan kecamatan segera bergerak melakukan koordinasi lintas sektoral dengan melibatkan pihak BMKG, BPBD, serta tokoh masyarakat setempat. Dalam pertemuan tersebut, pihak BMKG berkomitmen untuk bertanggung jawab penuh atas penanganan kerusakan serta dampak yang ditimbulkan akibat runtuhnya tembok penahan tanah milik instansi tersebut.
Pemerintah setempat bersama warga kini fokus pada pembersihan material longsor dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi keluarga yang terdampak. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah dataran tinggi Lembang.