38°C
03/08/2026
Sejarah

Menelusuri Sanghyang Tikoro, Gua Bawah Tanah Penuh Sejarah dan Legenda Sangkuriang

  • April 7, 2026
  • 3 min read
Menelusuri Sanghyang Tikoro, Gua Bawah Tanah Penuh Sejarah dan Legenda Sangkuriang

INFO BANDUNG BARAT — Sanghyang Tikoro merupakan salah satu destinasi alam unik yang terletak di Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Tempat ini berupa gua dengan aliran sungai bawah tanah yang memukau sekaligus menyimpan berbagai misteri. Lokasinya tidak jauh dari kawasan Bendungan PLTA Saguling sehingga relatif mudah dijangkau oleh para penjelajah alam.

Secara etimologis, nama “Sanghyang Tikoro” memiliki makna yang mendalam. Kata Sanghyang berasal dari dua unsur, yaitu Sang dan Hyang. Dalam budaya Sunda, Sang merupakan kata sandang sebagai bentuk penghormatan, sedangkan Hyang merujuk pada entitas spiritual tak kasatmata yang diyakini memiliki kekuatan supranatural. Adapun tikoro dalam bahasa Sunda berarti “tenggorokan”. Dengan demikian, Sanghyang Tikoro dapat dimaknai sebagai “tenggorokan dewa”, yang menggambarkan aliran sungai yang mengalir melalui rongga gua layaknya tenggorokan.

Keunikan Sanghyang Tikoro tidak terlepas dari sejarah geologisnya yang panjang. Berdasarkan kajian tentang Bandung Purba, sekitar 20 hingga 30 juta tahun lalu kawasan ini merupakan bagian dari Danau Bandung Purba yang memiliki kedalaman sekitar 10 hingga 20 meter dan diperkirakan dihiasi terumbu karang. Seiring waktu, aliran Sungai Citarum mengikis batuan kapur di wilayah tersebut. Proses erosi yang berlangsung selama jutaan tahun ini membentuk rongga dan saluran air hingga tercipta gua bawah tanah yang kini dikenal sebagai Sanghyang Tikoro.

Perubahan alam tersebut juga menyebabkan surutnya Danau Bandung Purba yang kemudian bertransformasi menjadi daratan luas yang kini menjadi wilayah Bandung. Gua Sanghyang Tikoro diyakini terbentuk melalui proses pelarutan batuan kapur oleh air, yang menciptakan lorong alami yang hingga kini masih dialiri sungai bawah tanah.

Selain keindahan alamnya, Sanghyang Tikoro juga kental dengan legenda yang berkembang di masyarakat, terutama yang berkaitan dengan kisah Sangkuriang. Dikisahkan bahwa Sangkuriang pernah membendung aliran sungai hingga membentuk danau besar yang dipercaya sebagai cikal bakal cekungan Bandung. Namun, danau tersebut konon “bocor” melalui sebuah lubang yang kini dikenal sebagai Sanghyang Tikoro.

Teori mengenai “kebocoran” tersebut pernah dikemukakan oleh ahli geologi asal Belanda, Van Bemmelen. Meski demikian, pendapat ini masih menjadi perdebatan karena kondisi gua yang ekstrem menyulitkan penelitian secara mendalam.

Selain legenda, nuansa mistis juga melekat pada tempat ini. Sebagian orang datang untuk berziarah atau bersemedi di sekitar mulut gua. Bahkan, Sanghyang Tikoro kerap dijadikan lokasi uji nyali. Masyarakat setempat percaya bahwa jika seseorang melemparkan benda ke dalam aliran sungai di dalam gua, akan terdengar suara misterius dari kedalamannya.

Terlepas dari berbagai mitos tersebut, Sanghyang Tikoro tetap menjadi salah satu keajaiban alam yang menarik untuk dikunjungi. Keindahan sekaligus bahayanya menjadi pengingat akan dahsyatnya proses alam yang membentuknya. Oleh karena itu, pengunjung diharapkan tetap waspada serta menghormati nilai budaya yang melekat pada tempat ini.

About Author

Anggie Baeduri Aulia

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *